Perang Rusia Ukraina
Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-297: Putin Kembali Luncurkan 70 Rudal Lebih ke Ukraina
Kondisi terkini perang, Sabtu (17/12/2022): pasukan Rusia kembali meluncurkan puluhan rudal ke Ukraina hingga melumpuhkan infrastruktur energi.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
TRIBUNGORONTALO.COM - Perang yang terjadi di antara pasukan militer Rusia dengan Ukraina hingga Sabtu (17/12/2022) telah berlangsung selama 297 hari.
Kabar terbaru di antaranya adalah pasukan rusia kembali meluncurkan lebih dari 70 rudal ke Ukraina.
Presiden Rusia Vladimir Putin memulai invasi ini sejak memerintahkan pasukan militernya untuk meluncurkan serangan berskala penuh ke Ukraina pada Kamis (24/2/2022).
Invasi yang disebut Putin sebagai 'operasi militer khusus' ini memiliki tujuan untuk memberantas 'genosida' di Donbas, serta 'demiliterisasi' dan 'denazifikasi' Ukraina.
Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-296: Moskow Disebut Tengah Siapkan Serangan Besar di Tahun Baru
Tetapi seiring perkembangannya, Rusia justru mencaplok 4 wilayah Ukraina yakni Donetsk, Luhansk, Zaporizhzhia, dan Kherson sekaligus.
Konflik antar dua negara bertetangga tersebut, sampai saat ini terus berlanjut dan belum tampak akan segera berakhir.
Kabar Terbaru Perang Rusia vs Ukraina
Dilansir TribunGorontalo.com dari The Guardian, berikut sederet kejadian yang perlu diketahui pada hari ke-297 perang Rusia dengan Ukraina:
- Rusia menembakkan lebih dari 70 rudal ke Ukraina pada Jumat (16/12/2022) dalam salah satu serangan terbesarnya sejak dimulainya perang.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-295: Moskow Tolak Proposal Gencatan Senjata saat Natal
Serangan ini mematikan listrik di Kharkiv, kota terbesar kedua di Ukraina dan memaksa Ibu Kota, Kyiv menerapkan pemadaman darurat secara nasional, kata pejabat Ukraina.
Tiga orang tewas ketika sebuah blok apartemen dihantam di pusat Kryvyi Rih dan seorang lainnya tewas dalam penembakan di Kherson di selatan, kata mereka.
Pejabat yang dipasang Rusia di Ukraina timur yang diduduki mengatakan 12 orang tewas akibat penembakan Ukraina.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-294: AS Rampungkan Rencana Pengiriman Rudal Patriot ke Kyiv
- Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan Rusia masih memiliki cukup rudal untuk beberapa serangan besar-besaran.
Zelensky pun kembali mendesak sekutu Barat untuk memasok Ukraina dengan sistem pertahanan udara yang lebih banyak dan lebih baik.
“Apa pun yang diharapkan para pemuja roket dari Moskow, itu tetap tidak akan mengubah keseimbangan kekuatan dalam perang ini,” kata Zelensky dalam pidato malam.
Baca juga: Cegah Rusia Kuasai Ukraina, AS Tingkatkan Latihan Tempur: Latih 500 Tentara Ukraina per Bulan
- Pemadaman massal tampaknya merupakan kelanjutan dari upaya Kremlin untuk menghancurkan infrastruktur energi Ukraina.
Perusahaan energi negara Ukraina Ukrenergo mengatakan konsumsi energi telah turun hingga 50 persen akibat serangan tersebut.
Perusahaan itu mengatakan Rusia telah menyerang pembangkit listrik tenaga panas, pembangkit listrik tenaga air, dan gardu induk jaringan utama.
Ukrenergo mengatakan akan membutuhkan waktu lebih lama untuk memperbaiki jaringan nasional dan memulihkan tenaga daripada setelah serangan rudal Rusia sebelumnya, dengan prioritas diberikan pada "fasilitas infrastruktur penting".
Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-292: Pasukan Zelensky Serang Kota Melitopol yang Dikuasai Rusia
- Infrastruktur energi Ukraina terpukul di seluruh negeri, mengakibatkan pemadaman total di wilayah timur dan tengah Ukraina di Kharkiv dan Poltava.
Sembilan fasilitas listrik di negara itu rusak akibat serangan hari Jumat, kata Menteri Energi Ukraina Herman Halushchenko.
Wali Kota Kharkiv mengatakan serangan rudal itu menyebabkan kerusakan "kolosal" pada infrastruktur dan membuat kota itu tanpa listrik, pemanas, dan air.
Seorang pejabat senior kepresidenan Ukraina mengatakan pemadaman listrik darurat dilakukan di seluruh negeri.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-290: Putin Tingkatkan Potensi Penyelesaian Guna Akhiri Invasi
- Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko mengatakan pada Jumat malam bahwa hanya sepertiga penduduk Ibu Kota Ukraina yang memiliki pemanas dan air serta 40 persen listrik.
Klitschko juga menyebut bahwa sistem metro, arteri transportasi penting, tetap ditutup.
- Pemerintah Kota Kyiv mengatakan bahwa Ibu Kota Ukraina telah bertahan dari "salah satu serangan roket terbesar" yang diluncurkan oleh pasukan Rusia sejak mereka menginvasi Ukraina hampir 10 bulan lalu.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-289: Putin Bersumpah Bakal Terus Serang Sistem Energi Listrik
Administrasi mengatakan pasukan pertahanan udara Ukraina menembak jatuh 37 dari "sekitar 40" yang memasuki wilayah udara kota.
Ada gangguan air di setiap distrik, kata Klitschko.
- Setidaknya 8 orang tewas dan 23 lainnya luka-luka oleh penembakan Ukraina di wilayah Luhansk yang dikuasai Rusia di Ukraina, lapor kantor berita Rusia Tass pada hari Jumat, mengutip sumber tak dikenal di layanan darurat.
Baca juga: Turuti Desakan Zelensky, G7 Janjikan Kirim Bantuan Pertahanan Udara untuk Hadapi Perang Rusia
Penembakan itu menghancurkan sebuah bangunan di Desa Lantrativka dan beberapa orang terjebak di bawah reruntuhan, kata Tass.
Kepala "milisi rakyat" di Luhansk juga mengklaim ada korban sipil akibat penembakan Ukraina di Kota Svatove pada Jumat pagi.
- Gedung Putih mengatakan paket bantuan keamanan berikutnya untuk Ukraina akan datang dan diharapkan mencakup lebih banyak kemampuan pertahanan udara untuk negara tersebut.
Baca juga: Infrastruktur Listriknya Diserang Rusia, Ukraina Tingkatkan Diplomasi ke AS, Turki, hingga Prancis
Kementerian Luar Negeri Rusia memperingatkan minggu ini.
Yakni jika Amerika Serikat mengirimkan sistem pertahanan udara Patriot yang canggih ke Ukraina, sistem tersebut dan setiap awaknya akan menjadi target sah bagi militer Rusia.
Washington pun menolak ancaman dari Rusia tersebut.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-288: Putin Sebut Invasinya Bisa Menjadi Proses Jangka Panjang
- Negara-negara Uni Eropa harus membeli senjata bersama untuk mengisi kembali stok setelah memasok Ukraina, kata badan pertahanan blok tersebut.
Ini menandakan bahwa AS mungkin tidak selalu dapat melindungi Eropa dari ancaman.
“Perang agresi Rusia melawan Ukraina menunjukkan kekurangan kemampuan kami,” kata Jiri Sedivy, Kepala Eksekutif Badan Pertahanan Eropa.
Badan itu sedang dalam pembicaraan dengan perusahaan senjata Eropa tentang meningkatkan produksi dengan negara-negara serta untuk membeli peralatan dan amunisi.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-287: AS Tak Izinkan Kyiv Serang Wilayah Negara Putin
- Ketua Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan bahwa dia menyambut baik kesepakatan para pemimpin UE tentang paket sanksi kesembilan terhadap Rusia.
Para pemimpin UE pada Kamis (15/12/2022) setuju untuk menyediakan 18 miliar euro dalam pembiayaan ke Ukraina tahun depan.
UE juga membuat paket sanksi baru yang akan menunjuk hampir 200 orang lagi dan membatasi investasi di industri pertambangan Rusia.
Di sisi lain, Kremlin mengatakan akan mempelajari paket terbaru sanksi UE dan kemudian merumuskan tanggapannya.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-286: 4 Orang Tewas dalam Serangan Rudal Pasukan Putin
- Putin berbicara melalui telepon dengan Perdana Menteri India Narendra Modi pada hari Jumat.
Kremlin mengatakan Putin memberikan “penilaian mendasar” tentang konflik di Ukraina selama panggilan telepon, atas permintaan Modi.
Dikatakan bahwa dia telah menegaskan kembali seruannya untuk dialog dan diplomasi sebagai satu-satunya jalan ke depan dalam konflik tersebut.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-285: AS Menilai Putin Sudah Lebih Tahu Kesulitan Pasukannya
- Putin akan mengunjungi Belarusia untuk melakukan pembicaraan dengan Presiden Belarusia Alexander Lukashenko, pada Senin (19/12/2022).
Keduanya akan membahas integrasi Rusia-Belarusia “serta topik terkini dalam agenda internasional dan regional”, menurut Kremlin.
Putin dan Lukashenko akan mengadakan pertemuan empat mata.
Mereka akan "memprioritaskan masalah keamanan dan bertukar pandangan tentang situasi di kawasan dan dunia", kata kantor berita milik negara Belarusia, Belta, tanpa menyebut Ukraina.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-283: Kremlin Ungkap Alasan Putin Ogah Berunding dengan Biden
- Pejabat senior Ukraina mengatakan Putin sedang mempersiapkan serangan besar baru di tahun baru, meskipun Rusia mengalami serangkaian kemunduran medan perang yang memalukan dalam beberapa bulan terakhir.
Dalam sebuah wawancara dengan Guardian, Menteri Pertahanan Ukraina Oleksii Reznikov mengatakan bahwamuncul bukti Kremlin sedang mempersiapkan serangan baru yang luas.
Reznikov juga menyebut bahwa Ukraina kini berhasil mempertahankan diri terhadap serangan rudal Rusia yang menargetkan infrastruktur utama, termasuk jaringan energi.
Reuters berkontribusi pada laporan ini
(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Presiden-Rusia-Vladimir-Putin-pada-Senin-9-Mei-2022.jpg)