Sabtu, 28 Maret 2026

Berita Internasional

Iran Sebut Amerika Ajukan Empat Syarat untuk Hindari Perang, Negosiasi Nuklir Masih Berlangsung

Seorang pejabat senior Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Aziz Ghazanfari, mengungkapkan bahwa Amerika Serikat disebut telah

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Iran Sebut Amerika Ajukan Empat Syarat untuk Hindari Perang, Negosiasi Nuklir Masih Berlangsung
TribunGorontalo.com
SERANGAN -- Iran menyebut Amerika ungkapkan 4 syarat agar tak diserang. Syarat ini tak diungkapkan. 
Ringkasan Berita:
  • Pejabat IRGC Aziz Ghazanfari menyebut Amerika Serikat mengajukan empat syarat kepada Iran untuk menghindari konflik militer. '
  • Pernyataan itu muncul di tengah negosiasi nuklir tidak langsung antara Teheran dan Washington yang dimediasi Oman. 
  • Pembicaraan kedua negara disebut masih dalam tahap awal penjajakan.

 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Seorang pejabat senior Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Aziz Ghazanfari, mengungkapkan bahwa Amerika Serikat disebut telah menyampaikan peringatan kepada Teheran.

Peringatan itu agar menerima seluruh syarat yang diajukan jika ingin menghindari konflik militer dengan Washington.

Dalam komentarnya yang dipublikasikan oleh Sobh-e Sadegh, media mingguan yang berafiliasi dengan militer Iran, Ghazanfari menyebutkan bahwa Amerika Serikat mengancam akan melancarkan aksi militer apabila Iran menolak salah satu dari empat syarat yang diajukan.

Baca juga: Analisis Geopolitik Jika Amerika Berani Serang Iran, Kapal Induk USS Abraham Lincoln Bisa Tenggelam

Ia juga menyatakan bahwa pesan tersebut disertai peringatan bahwa penolakan terhadap persyaratan Amerika Serikat dapat membuat Iran menghadapi risiko tindakan militer.

Negosiasi Nuklir Dilakukan Secara Tidak Langsung di Oman

Pernyataan tersebut muncul di tengah upaya diplomasi antara Iran dan Amerika Serikat terkait program nuklir Teheran.

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, diketahui melakukan kunjungan ke Oman dalam rangka pembahasan tersebut.

Larijani yang juga dikenal sebagai penasihat dekat Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dijadwalkan bertemu Menteri Luar Negeri Oman, Badr al-Busaidi.

Oman selama ini berperan sebagai mediator utama dalam komunikasi antara Iran dan Amerika Serikat.

Selain itu, Larijani juga dijadwalkan bertemu Sultan Oman, Haitham bin Tariq Al Said, sebagaimana dilaporkan kantor berita pemerintah Iran, IRNA.

Pembicaraan Awal Masih Bersifat Penjajakan

Perundingan tidak langsung antara Iran dan Amerika Serikat dimulai di Muscat, Oman, pada pekan lalu melalui perantara.

Kedua pihak menyebut pertemuan tersebut masih bersifat awal atau penjajakan.

Meski belum ada kesepakatan konkret yang diumumkan, pembicaraan tersebut menjadi bagian dari upaya meredakan ketegangan terkait program nuklir Iran yang selama ini menjadi sorotan komunitas internasional.

Situasi ini juga mencerminkan dinamika hubungan diplomatik antara kedua negara yang masih diwarnai tekanan politik dan ancaman keamanan di kawasan Timur Tengah.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved