Berita Internasional
Hari ke-25 Perang, Iran tak Lagi Percaya "Mulut Manis" Amerika, Tutup Ruang Diplomasi
Perang antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat kini memasuki hari ke-25, dan Teheran menunjukkan sikap keras, tidak ada ruang untuk diplomasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/SELAT-Potret-Selat-Hormuz-dan-kapal-tengker-yang-ditahan-tak-bisa-lewat.jpg)
Ringkasan Berita:
- Ketegangan Iran dan Amerika Serikat memasuki fase paling panas dengan tudingan serius soal pengkhianatan diplomasi.
- Wawancara ini membuka sisi lain konflik yang jarang diungkap ke publik global.
- Di balik perang yang terus membara, ada pesan keras Iran untuk dunia internasional.
TRIBUNGORONTALO.COM -- Perang antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat kini memasuki hari ke-25, dan Teheran menunjukkan sikap keras, tidak ada ruang untuk diplomasi.
Dalam wawancara eksklusif dengan India Today Global, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menuduh negaranya telah “ditipu, dibom, dan dikhianati” bahkan saat masih duduk di meja perundingan.
Baghaei mengungkap, Iran dan AS sebenarnya tengah menjalani proses diplomatik serius terkait kesepakatan nuklir, termasuk pembicaraan teknis di Wina.
Namun, serangan militer AS justru terjadi pada 28 Februari, dan kembali terulang pada Juni, hanya dua hari sebelum putaran negosiasi berikutnya.
Ia menyebut tindakan itu sebagai “pengkhianatan diplomasi” yang kini menjadi istilah umum di Iran.
Baca juga: Peringatan Dini BMKG Besok Kamis, 26 Maret 2026: Mayoritas Wilayah Berawan-Potensi Hujan Ringan
Di tengah serangan berkelanjutan ke kota-kota Iran, ketegangan di Selat Hormuz, hingga serangan rudal Tomahawk ke sebuah sekolah di Minab yang menewaskan lebih dari 170 anak, Iran menegaskan akan terus membela diri.
Teheran juga menuntut ganti rugi dan menyatakan ultimatum dari Washington sebagai indikasi niat melakukan kejahatan perang.
Isi Wawancara Utama
Tak Ada Negosiasi
Iran menegaskan tidak ada pembicaraan apa pun dengan AS selama 25 hari terakhir perang yang disebutnya ilegal. Pengalaman diserang saat negosiasi membuat Teheran menyatakan tidak lagi percaya pada diplomasi Washington.
Mediasi Diragukan
Upaya mediasi, termasuk melalui Oman dan negara lain, dinilai telah “dikhianati”. Iran menyebut sulit mempercayai tawaran damai dari pihak yang terus melakukan serangan.
Fokus Pertahanan
Seluruh sistem pemerintahan Iran kini diklaim solid dan terkoordinasi, dengan fokus utama mempertahankan kedaulatan negara dari serangan.
Respons terhadap India