Berita Internasional
Serangan Iran Picu Kerusakan Besar di Tel Aviv Selatan, 84 Orang Terluka
Serangan rudal Iran mengguncang wilayah selatan Tel Aviv pada Sabtu malam waktu setempat, atau Minggu dini hari waktu Indonesia, 22 Maret 2026.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/EVAKUASI-Potret-gedung-tampak-rusak-diduga-akibat-misil-yang-ditembakan-Iran-ke-kawasan-Tel-Aviv.jpg)
Ringkasan Berita:
- Rudal Iran menghantam Arad dan wilayah dekat fasilitas nuklir di Dimona, menyebabkan puluhan korban luka dan kerusakan besar.
- Sistem pertahanan udara Israel dilaporkan gagal mencegat salah satu rudal yang masuk.
- Serangan ini memperlihatkan eskalasi konflik yang terus meningkat antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat.å
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Serangan rudal Iran mengguncang wilayah selatan Tel Aviv pada Sabtu malam waktu setempat, atau Minggu dini hari waktu Indonesia, 22 Maret 2026.
Dua kota, yakni Arad dan Dimona, menjadi titik terdampak dalam rangkaian serangan tersebut.
Di Arad, rudal menghantam kawasan permukiman dan menyebabkan kerusakan signifikan pada sejumlah bangunan.
Layanan darurat Magen David Adom melaporkan sedikitnya 84 orang terluka, termasuk 10 dalam kondisi serius.
Baca juga: Ultimatum 48 Jam Trump Dibalas Ancaman Iran, Infrastruktur AS di Timur Tengah Terancam
Seorang remaja, Ido Franky, menggambarkan kepanikan saat sirene berbunyi dan warga berlarian menuju tempat perlindungan.
Ia menyebut dentuman keras yang terdengar sebagai pengalaman paling menakutkan yang pernah dialaminya.
Beberapa jam sebelumnya, serangan juga terjadi di Dimona, wilayah yang dikenal sebagai lokasi fasilitas nuklir Tel Aviv.
Rudal dilaporkan jatuh sekitar lima kilometer dari fasilitas tersebut, menyebabkan sekitar 30 orang terluka serta kerusakan pada bangunan di sekitarnya.
Rekaman dari lokasi menunjukkan apartemen mengalami kerusakan berat, dua bangunan runtuh, serta terbentuknya kawah besar di titik ledakan dengan puing-puing beton berserakan.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyebut peristiwa itu sebagai malam yang sangat sulit, seraya menegaskan pihaknya akan terus melanjutkan operasi militer di berbagai front.
Namun, insiden ini juga menyoroti celah dalam sistem pertahanan. Juru bicara militer Effie Defrin mengakui bahwa sistem pertahanan udara telah diaktifkan, tetapi gagal mencegat salah satu rudal yang masuk.
Situasi di lokasi serangan masih berlangsung hingga Minggu dini hari waktu setempat, atau pagi hari di Indonesia.
Petugas keamanan dan tim penyelamat terus melakukan penyisiran untuk memastikan seluruh korban telah ditemukan, sementara warga diminta menjauhi area terdampak.
Sejak konflik meningkat pada akhir Februari, serangan rudal Iran telah menewaskan belasan orang serta menimbulkan korban tambahan di wilayah Palestina.
Meski bukan yang paling mematikan, serangan di Arad dan Dimona termasuk yang menyebabkan kerusakan terbesar.
Di tengah kondisi tersebut, Amerika Serikat dan Tel Aviv terus melancarkan serangan ke Iran, mengklaim telah melemahkan kemampuan militernya.
Namun, serangan balasan yang terus terjadi menunjukkan konflik masih jauh dari mereda. (*)