INTERNASIONAL
Iran Klaim Simpan Senjata Rahasia, Siap Dipakai Jika Kembali Diserang Amerika
Pemerintah Iran mengklaim memiliki persenjataan modern buatan dalam negeri yang hingga kini belum pernah digunakan dalam konflik melawan Amerik
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/SENJATA-Para-wanita-memegang-senapan-dan-bendera.jpg)
Ringkasan Berita:
- Iran mengklaim memiliki senjata modern buatan dalam negeri yang belum pernah digunakan dalam konflik melawan AS dan Israel.
- Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan kawasan dan isu rencana serangan lanjutan Amerika Serikat terhadap Iran.
- Di saat bersamaan, pembicaraan diplomatik antara AS dan Iran disebut mulai menunjukkan perkembangan meski masih banyak perbedaan.
TRIBUNGORONTALO.COM -- Pemerintah Iran mengklaim memiliki persenjataan modern buatan dalam negeri yang hingga kini belum pernah digunakan dalam konflik melawan Amerika Serikat maupun otoritas Telaviv.
Pernyataan tersebut disampaikan seorang sumber militer Iran kepada media pemerintah Rusia, RIA Novosti, Kamis (21/5/2026).
Menurut sumber itu, Iran telah mengembangkan sejumlah sistem persenjataan baru yang belum diuji di medan perang.
“Kami memiliki senjata modern produksi dalam negeri yang belum pernah digunakan dan belum diuji dalam pertempuran,” kata sumber tersebut.
Baca juga: Terungkap! Ternyata Perputaran Uang Program MBG di Desa Masih di Bawah 5 Persen
Ia menegaskan Iran saat ini tidak kekurangan kemampuan pertahanan untuk menghadapi kemungkinan serangan lanjutan dari Amerika Serikat maupun otoritas Telaviv.
Sumber tersebut juga menyebut Teheran telah menyiapkan berbagai langkah untuk menghadapi potensi ancaman militer dari luar.
“Dalam hal perlengkapan dan kemampuan pertahanan, kami tidak mengalami kekurangan yang dapat menghalangi kami mempertahankan negara,” ujarnya.
Bahkan, Iran mengisyaratkan akan mengambil langkah berbeda jika konflik kembali terjadi.
“Kali ini kami tidak berniat bertindak dengan menahan diri,” lanjut sumber tersebut.
Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya tensi politik dan militer di kawasan Timur Tengah.
Baca juga: DPR Temukan Banyak Masalah di Hotel Jemaah Haji Indonesia di Makkah
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sempat mengungkap adanya rencana melanjutkan serangan terhadap Iran.
Namun rencana itu disebut ditunda setelah Trump menerima komunikasi dari sejumlah pemimpin negara Teluk seperti Uni Emirat Arab, Qatar, dan Arab Saudi.
Melalui unggahan di Truth Social, Trump mengaku diminta menunda serangan demi memberi ruang diplomasi.
Meski demikian, Trump sempat menyatakan serangan dapat kembali dilanjutkan dalam waktu dekat sebelum akhirnya Pentagon diminta membatalkan operasi tersebut.