Sabtu, 9 Mei 2026

Berita Internasional

Trump Ultimatum Iran Usai Serang Kapal Perang AS di Hormuz

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali melontarkan ancaman keras kepada Iran di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk Persia.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Trump Ultimatum Iran Usai Serang Kapal Perang AS di Hormuz
TribunGorontalo.com
SELAT - Selat Hormuz jadi titik panas dunia, jalur sempit ini kini berubah jadi “senjata” paling mematikan dalam perang global. 

Ringkasan Berita:
  • Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mendesak Iran segera menandatangani kesepakatan
  • Ketegangan meningkat setelah Iran dan Amerika Serikat saling serang di sekitar Selat Hormuz
  • AS menyebut kapal perangnya tidak mengalami kerusakan

TRIBUNGORONTALO.COM – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali melontarkan ancaman keras kepada Iran di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk Persia.

Trump mendesak Teheran segera menyelesaikan kesepakatan dengan Washington sesegera mungkin.

Ia memperingatkan bahwa kegagalan mencapai perjanjian dapat memicu serangan militer yang jauh lebih keras terhadap wilayah Iran.

Dalam unggahan di media sosial Truth Social, Trump mengatakan Amerika Serikat tidak akan ragu mengambil tindakan tegas jika Iran terus menunda proses negosiasi.

“Kami akan menghantam mereka jauh lebih keras dan jauh lebih brutal di masa depan jika mereka tidak segera menandatangani kesepakatan,” tulis Trump.

Trump juga kembali menegaskan keyakinannya bahwa Iran berpotensi menggunakan senjata nuklir apabila memiliki kesempatan untuk mengembangkannya.

Menurut Trump, Iran bukan negara yang “normal” dan dipimpin oleh pihak-pihak yang disebutnya bertindak di luar batas rasional.

Ketegangan terbaru pecah setelah Iran disebut menembakkan rudal, drone, serta mengerahkan kapal kecil untuk menyerang tiga kapal perusak Angkatan Laut Amerika Serikat yang sedang melintasi Selat Hormuz menuju Teluk Oman.

Trump mengklaim ketiga kapal perang AS tidak mengalami kerusakan. Sebaliknya, militer Amerika disebut berhasil melancarkan serangan balasan yang efektif terhadap posisi Iran.

Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) turut mengonfirmasi adanya serangan balasan yang mereka sebut sebagai tindakan “membela diri” setelah kapal perang AS mendapat serangan tanpa provokasi.

CENTCOM menyatakan pasukannya menghantam lokasi rudal dan drone milik Iran sebagai respons terhadap ancaman yang datang dari wilayah sekitar Selat Hormuz.

Meski demikian, pihak Amerika menegaskan mereka tidak ingin memperluas konflik.

“CENTCOM tidak mencari eskalasi, namun tetap siap melindungi pasukan Amerika,” demikian pernyataan resmi militer AS.

Sementara itu, Iran menuduh Amerika Serikat justru melanggar gencatan senjata dengan menyerang kapal tanker minyak Iran dan sejumlah wilayah sipil di Pulau Qeshm serta kawasan pesisir Bandar Khamir Sirik.

Komando militer gabungan Iran menyebut mereka membalas serangan itu dengan menargetkan kapal militer AS di sebelah timur Selat Hormuz dan selatan Pelabuhan Chabahar.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved