Berita Internasional
Hari ke-25 Perang, Iran tak Lagi Percaya "Mulut Manis" Amerika, Tutup Ruang Diplomasi
Perang antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat kini memasuki hari ke-25, dan Teheran menunjukkan sikap keras, tidak ada ruang untuk diplomasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/SELAT-Potret-Selat-Hormuz-dan-kapal-tengker-yang-ditahan-tak-bisa-lewat.jpg)
Iran mengapresiasi hubungan baik dengan India, memastikan kapal-kapal India tetap bisa melintasi Selat Hormuz dengan aman, dan menegaskan India tidak terlibat dalam agresi.
Tudingan AS Dibantah
Iran menolak klaim “ancaman mendesak” sebagai alasan serangan. Teheran menyebut alasan AS berubah-ubah dan tidak berdasar, serta menegaskan program nuklirnya diawasi badan internasional.
Ketegangan Kawasan
Iran menuduh AS menggunakan pangkalan militer di negara Teluk untuk menyerang, sehingga menyeret kawasan ke dalam konflik. Teheran memperingatkan negara-negara tetangga agar tidak membiarkan wilayahnya digunakan.
Serangan ke Sekolah
Serangan dua rudal Tomahawk ke sekolah di Minab disebut sebagai kejahatan perang yang disengaja, dengan tujuan memaksimalkan korban sipil.
Tuntutan Ganti Rugi
Kerusakan miliaran dolar dan korban jiwa menjadi dasar Iran menuntut pertanggungjawaban penuh dari pihak penyerang.
Kesepakatan Nuklir Diragukan
Teheran pesimistis terhadap kebangkitan kembali kesepakatan nuklir, mengingat pengalaman sebelumnya yang berulang kali gagal akibat tindakan AS.
Selat Hormuz Dikontrol Ketat
Iran akan membatasi akses bagi kapal yang terkait dengan AS, Israel, atau sekutu mereka, sementara negara lain tetap diizinkan lewat dengan koordinasi.
Isu Perubahan Rezim
Iran menegaskan sistem pemerintahannya tetap stabil, Pemimpin Tertinggi dalam kondisi baik, dan rakyat bersatu menghadapi serangan.
Pesan untuk Dunia
Iran meminta negara-negara, termasuk India, untuk berdiri membela hukum internasional dan membantu meredakan konflik. (*)