Rabu, 25 Maret 2026

Berita Internasional

Intens Serang Iran, Stok Rudal AS Menipis! Butuh 8 Tahun untuk Pulihkan Persediaan

Sebuah studi terbaru dari Kongres Amerika Serikat mengungkap kekhawatiran serius terkait stok rudal pencegat sistem THAAD yang digunakan

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Intens Serang Iran, Stok Rudal AS Menipis! Butuh 8 Tahun untuk Pulihkan Persediaan
Military doc
ILUSTRASI -- Amerika dikabarkan kekurangan rudal untuk melanjutkan perang dengan Iran. 

Ringkasan Berita:
  • Di balik serangan besar-besaran, ada krisis diam-diam yang mulai menghantui militer AS.
  • Studi terbaru membuka sisi lain perang yang jarang terlihat publik: soal stok senjata.
  • Konflik ini bukan hanya soal menang atau kalah, tapi juga soal siapa yang kehabisan lebih dulu.

 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Sebuah studi terbaru dari Kongres Amerika Serikat mengungkap kekhawatiran serius terkait stok rudal pencegat sistem THAAD yang digunakan dalam konflik melawan Iran.

 Laporan itu menyebut penggunaan intensif dalam operasi militer terbaru telah menggerus persediaan yang memang sudah terbatas.

Dalam dokumen tersebut disebutkan bahwa tingkat penggunaan rudal pencegat selama operasi militer “Epic Fury” berpotensi memperburuk kondisi stok.

Meski demikian, sistem ini diklaim mampu mencegat sekitar 90 persen rudal balistik dan drone Iran, khususnya dalam perlindungan wilayah seperti Uni Emirat Arab, angka yang disebut setara dengan sistem Arrow 3 milik Israel.

Stok Menyusut, Butuh Bertahun-Tahun untuk Pulih

Studi itu mengungkap, dari total sekitar 632 rudal THAAD yang tersedia, sebanyak 92 telah digunakan hanya dalam satu operasi.

Lebih mengkhawatirkan, butuh waktu antara 3 hingga 8 tahun untuk mengisi kembali stok tersebut.

Setiap rudal THAAD diperkirakan bernilai sekitar US$12,7 juta, menjadikan perang ini bukan hanya mahal, tetapi juga menguras cadangan strategis AS.

Awal Perang Paling Intens dalam Sejarah AS

Lembaga Foreign Policy Research Institute mencatat bahwa empat hari pertama operasi “Epic Fury” menjadi salah satu fase paling intens dalam sejarah militer AS.

Sebanyak 5.197 amunisi dari 35 jenis digunakan hanya dalam waktu empat hari, dengan estimasi biaya mencapai US$10–16 miliar.

Namun, FPRI menegaskan bahwa masalah utama bukan kekurangan bom.

“Keterbatasan sebenarnya ada pada sistem tak terlihat: rudal pencegat, senjata jarak jauh, dan sistem sensor yang menjaga efektivitas pertahanan.”
 
Patriot Ditembakkan Hampir 1.000 Kali dalam 4 Hari

Dalam periode yang sama, sistem MIM-104 Patriot milik AS menembakkan 943 rudal pencegat untuk melindungi negara-negara Teluk. Jumlah ini setara dengan produksi selama 18 bulan oleh perusahaan seperti Lockheed Martin dan Boeing.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved