Berita Internasional
Intens Serang Iran, Stok Rudal AS Menipis! Butuh 8 Tahun untuk Pulihkan Persediaan
Sebuah studi terbaru dari Kongres Amerika Serikat mengungkap kekhawatiran serius terkait stok rudal pencegat sistem THAAD yang digunakan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/HIMARS-membawa-satu-paket-berisi-enam-roket-atau-satu-rudal-ATACMS.jpg)
Produksi tahunan kedua perusahaan itu hanya sekitar 620 rudal, menambah tekanan pada rantai pasokan militer.
Sepertiga Stok THAAD Sudah Habis
Laporan dari Payne Institute memperkirakan sekitar sepertiga stok THAAD telah digunakan dalam konflik ini. Dengan produksi tahunan yang tidak lebih dari 100 unit, pemulihan stok akan menjadi tantangan besar.
Ironisnya, negara-negara Teluk yang menjadi sekutu justru menjadi pihak yang paling banyak “menghabiskan” amunisi, namun berada di prioritas terakhir untuk pengisian ulang dibanding militer AS.
Rudal Iran Masih Jadi Ancaman Serius
Data dari Institute for National Security Studies menunjukkan sekitar 380 rudal balistik Iran berhasil mencapai Israel. Dari total arsenal Iran yang diperkirakan 2.000–2.500 rudal sebelum perang, sekitar 1.000–1.500 masih mampu menjangkau Israel.
Meski AS dan Israel telah menghancurkan sekitar 200 peluncur, masih ada sekitar 120 peluncur aktif yang tersisa.
Perang Masih Panjang, Persediaan Jadi Kunci
Analisis menunjukkan bahwa AS dan Israel baru berada di “setengah jalan” dalam upaya menghancurkan kemampuan rudal Iran. Dengan laju pertempuran saat ini, konflik diperkirakan masih akan berlangsung beberapa minggu ke depan.
Sementara itu, meski ada kekhawatiran soal stok, seorang mantan pejabat intelijen AS menyebut Iran tetap tidak akan mampu memenangkan perlombaan senjata karena kapasitas produksinya menurun drastis, sementara AS dan Israel masih unggul.
Sistem Pertahanan Berlapis: Siapa Menembak Duluan?
Dalam menghadapi rudal Iran, digunakan sistem pertahanan berlapis:
- Pertama: Arrow 3
- Kedua: Arrow 2
- Ketiga: David’s Sling atau THAAD
Keputusan penggunaan sistem dilakukan bersama oleh pusat kendali AS-Israel, berdasarkan data radar dan posisi ancaman. (*)