Senin, 23 Maret 2026

Berita Internasional

Ultimatum Trump Dibalas Keras, Iran Ancam Tutup Total Selat Hormuz

Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik kritis setelah Iran mengancam akan menutup total Strait of Hormuz jika Amerika Serikat

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Ultimatum Trump Dibalas Keras, Iran Ancam Tutup Total Selat Hormuz
TribunGorontalo.com
PERANG -- Ketegangan antara Iran dan Amerika kembali memanas. Presiden Amerika, Donald Trump ancam bombardir situs energi Iran jika Selat Hormuz tetap ditutup. Iran kembali mengancam akan membombardir seluruh pangkalan AS jika melakukannya. 

Ringkasan Berita:
  • Iran mengancam akan menutup total Strait of Hormuz jika fasilitas energinya diserang oleh AS. 
  • Blokade jalur vital ini telah menghentikan pengiriman minyak dan memicu lonjakan harga global. 
  • Dunia kini mendorong deeskalasi karena konflik berpotensi berkembang menjadi krisis energi besar.

 

TRIBUNGORONTALO.COM — Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik kritis setelah Iran mengancam akan menutup total Strait of Hormuz jika Amerika Serikat benar-benar menyerang fasilitas pembangkit listriknya.

Pernyataan itu disampaikan oleh Garda Revolusi Iran, menyusul ultimatum keras dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang memberi waktu 48 jam kepada Teheran untuk membuka kembali jalur pelayaran strategis tersebut.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia.

Ancaman Balasan Iran

Iran menegaskan bahwa jika infrastruktur energinya diserang, maka konsekuensinya akan jauh lebih besar.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa Selat Hormuz tetap terbuka, tetapi tidak untuk pihak yang dianggap melanggar kedaulatan negaranya.

Baca juga: Trump Ancam Iran Hancur Total, AS Siapkan Serangan Darat dengan Kerahkan 4.500 Marinir

Sementara itu, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa fasilitas energi di kawasan akan menjadi target sah dan bisa dihancurkan tanpa bisa dipulihkan jika Iran diserang.

Garda Revolusi bahkan menegaskan, Selat Hormuz akan ditutup sepenuhnya dan tidak akan dibuka kembali sampai fasilitas listrik Iran yang rusak selesai diperbaiki.

Dampak Langsung: Pengiriman Minyak Terhenti

Situasi ini langsung berdampak pada lalu lintas tanker minyak.

Pengiriman melalui Strait of Hormuz praktis terhenti akibat blokade de facto yang dilakukan Iran.

Akibatnya, harga minyak dunia melonjak tajam dan pasar global mengalami tekanan besar.

Lonjakan ini bahkan mendekati rekor tertinggi sebelumnya, menandakan betapa sensitifnya pasar energi terhadap gangguan di kawasan tersebut.

Seruan Dunia untuk Menahan Diri

Di tengah eskalasi, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyerukan semua pihak untuk menahan diri.

Setelah berdiskusi dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, Macron menilai situasi saat ini sangat berbahaya dan membutuhkan langkah deeskalasi segera.

Ia mendorong adanya penghentian sementara serangan terhadap infrastruktur energi dan fasilitas sipil, serta menekankan pentingnya menjaga kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved