Berita Internasional
Komandan IRGC Dilaporkan Meninggal, Iran Klaim Bakal Luncurkan Puluhan Serangan
Situasi di kawasan Asia Barat semakin memanas setelah muncul laporan tewasnya seorang pejabat militer penting Iran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/IRAN-Komandan-Angkatan-Laut-IRGC-Iran-Alireza-Tangsiri.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Situasi di kawasan Asia Barat semakin memanas setelah muncul laporan tewasnya seorang pejabat militer penting Iran.
Alireza Tangsiri, yang memimpin angkatan laut Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), disebut tewas dalam serangan di Bandar Abbas, berdasarkan laporan media Israel yang mengutip pejabat setempat.
Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Iran terkait kabar tersebut.
Kabar ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Baca juga: WFA Sudah Jalan, Gorontalo Tunggu Keputusan WFH dari Pusat
Iran dilaporkan terus meningkatkan serangan ke berbagai target yang terkait dengan kedua negara tersebut, sebagai respons atas serangan sebelumnya di wilayahnya.
Perhatian dunia juga tertuju pada Selat Hormuz, jalur penting distribusi minyak global.
Nama Tangsiri sebelumnya dikaitkan dengan kebijakan terkait kemungkinan penutupan jalur tersebut, sebagaimana dilaporkan media internasional.
Di sisi lain, IRGC menyatakan telah meluncurkan gelombang operasi terbaru yang menyasar pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.
Serangan ini disebut sebagai bentuk balasan atas serangan sebelumnya yang mengenai infrastruktur dan wilayah sipil di bagian utara Iran.
Baca juga: Presiden Amerika Trump Ngaku Diminta Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Tapi Ditolaknya
Sehari sebelumnya, Iran bersama angkatan bersenjata regulernya juga melakukan serangkaian serangan dalam operasi yang mereka sebut sebagai True Promise 4.
Iran mengklaim telah meluncurkan 82 gelombang serangan menggunakan rudal dan drone yang ditujukan ke fasilitas militer Israel serta aset yang terkait dengan Amerika Serikat di kawasan Asia Barat.
Konflik yang meluas ini turut melibatkan kelompok sekutu Iran. Hezbollah di Lebanon serta kelompok Islamic Resistance in Iraq disebut ikut ambil bagian dalam operasi tersebut.
IRGC mengklaim serangan-serangan tersebut telah menyebabkan kerusakan signifikan, meskipun belum ada verifikasi independen.
Dalam pernyataan kerasnya, IRGC memperingatkan kemungkinan invasi darat ke wilayah Iran.
“Jangan kirim anak-anak Anda ke neraka karena tipu daya Netanyahu dan Trump. Para tentara penyerbu akan tenggelam dan lenyap dalam lautan jutaan rakyat Iran,” demikian pernyataan tersebut.