Perang Rusia Ukraina
Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-294: AS Rampungkan Rencana Pengiriman Rudal Patriot ke Kyiv
Kondisi terkini perang Rusia, Rabu (14/12/2022): Amerika Serikat (AS) sedang bekerja untuk selesaikan rencana pengiriman rudal Patriot ke Ukraina.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ilustrasi-Patriot.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Perang antara pasukan militer Rusia dengan Ukraina hingga Rabu (14/12/2022) terhitung telah berlangsung 294 hari lamanya.
Kabar terbaru di antaranya adalah Amerika Serikat tengah menyelesaikan rencana untuk mengirim sistem pertahanan rudal Patriot ke Ukraina guna lawan perang Rusia.
Invasi ini dimulai sejak Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan pasukan militernya untuk meluncurkan serangan berskala penuh ke Ukraina pada Kamis (24/2/2022) lalu.
Putin juga menyebut invasinya ini sebagai 'operasi militer khusus' untuk memberantas 'genosida' di Donbas, serta 'demiliterisasi' dan 'denazifikasi' Ukraina.
Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-292: Pasukan Zelensky Serang Kota Melitopol yang Dikuasai Rusia
Namun dalam perkembangannya, Rusia justru mencaplok 4 wilayah Ukraina yakni Donetsk, Luhansk, Zaporizhzhia, dan Kherson sekaligus.
Konflik yang terjadi di antara dua negara bertetangga tersebut, hingga kini masih berlanjut dan belum tampak akan segera berakhir.
Bahkan menurut Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg dan mantan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, perang Rusia vs Ukraina bisa berlangsung selama beberapa tahun.
Kabar Terbaru Perang Rusia vs Ukraina
Dilansir TribunGorontalo.com dari The Guardian, berikut sederet kejadian yang perlu diketahui pada hari ke-294 perang Rusia dengan Ukraina:
- Seorang tersangka petugas Layanan Keamanan Federal Rusia termasuk di antara tujuh orang yang dituduh oleh jaksa federal AS.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-290: Putin Tingkatkan Potensi Penyelesaian Guna Akhiri Invasi
Mereka dituduh membantu Moskow secara ilegal dalam mendapatkan komponen elektronik sensitif dari perusahaan AS.
Jaksa penuntut mengklaim ketujuh orang itu bekerja dengan dua perusahaan yang berbasis di Moskow yang dikendalikan oleh dinas intelijen Rusia untuk memperoleh komponen elektronik di AS yang memiliki kegunaan sipil.
Tetapi juga dapat digunakan untuk membantu membuat senjata nuklir dan hipersonik dan dalam komputasi kuantum.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-289: Putin Bersumpah Bakal Terus Serang Sistem Energi Listrik
- AS, salah satu arsitek dari batasan harga G7 untuk minyak Rusia, sejauh ini senang dengan cara mekanisme tersebut berfungsi, kata Amos Hochstein, utusan energi pemerintahan AS pada Selasa (13/12/2022.
- AS sedang menyelesaikan rencana untuk mengirim sistem pertahanan rudal Patriot ke Ukraina.