Perang Iran dan Amerika
AS Sudah Serang Iran, Tapi Trump Sebut ‘Gelombang Besar’ Belum Datang, Apa Maksudnya?
Ketegangan di Timteng kembali meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengisyaratkan serangan militer yang lebih besar terhadap Iran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PERANG-Presiden-AS-Donald-Trump-mengklaim-armada.jpg)
Ringkasan Berita:
- Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan gelombang serangan militer yang lebih besar terhadap Iran di tengah konflik yang terus meningkat di Timur Tengah.
- Serangan awal Amerika Serikat dan sekutunya menargetkan fasilitas militer Iran, sementara Teheran membalas dengan rudal dan drone ke sejumlah wilayah di kawasan Teluk.
- Eskalasi konflik tersebut menimbulkan korban jiwa, kerusakan luas, serta memicu kekhawatiran dunia akan potensi perang yang lebih besar.
TRIBUNGORONTALO.COM -- Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengisyaratkan serangan militer yang lebih besar terhadap Iran.
Trump memperingatkan bahwa gelombang serangan berikutnya bisa jauh lebih besar dari operasi sebelumnya. Ia bahkan menyebut bahwa “serangan besar” terhadap Iran belum benar-benar dimulai dan masih akan meningkat dalam waktu dekat.
Pernyataan tersebut muncul di tengah konflik bersenjata yang semakin meluas di kawasan Timur Tengah, melibatkan serangan udara, rudal, serta balasan militer dari berbagai pihak.
Trump Isyaratkan Serangan Lebih Besar
Dalam pernyataannya, Trump menyebut operasi militer yang dilakukan Amerika Serikat bersama sekutunya akan terus ditingkatkan.
Baca juga: Konflik Iran Picu Lonjakan Harga BBM di Amerika Gara-gara Jalur Minyak Dunia Terganggu
Ia mengatakan militer AS memiliki kekuatan besar dan masih menyimpan kemampuan serangan yang lebih kuat.
Trump bahkan menegaskan bahwa gelombang serangan berikutnya terhadap Iran bisa menjadi tahap paling besar dalam operasi militer yang sedang berlangsung.
Pernyataan tersebut memicu kekhawatiran dunia internasional karena dapat memperluas konflik di kawasan Timur Tengah.
Konflik Berawal dari Serangan Militer Besar
Ketegangan meningkat setelah Amerika Serikat dan sekutunya melancarkan serangan militer terhadap sejumlah target di Iran pada akhir Februari 2026.
Operasi militer tersebut menargetkan berbagai fasilitas militer, sistem pertahanan udara, serta instalasi yang diduga berkaitan dengan program rudal dan nuklir Iran.
Serangan tersebut merupakan bagian dari operasi militer yang dikenal sebagai Operation Lion’s Roar, yang menargetkan sejumlah fasilitas penting di beberapa kota Iran termasuk Teheran.
Ledakan besar dilaporkan terjadi di beberapa wilayah dan menimbulkan kerusakan luas pada infrastruktur militer.
Iran Luncurkan Serangan Balasan