Berita Internasional
Wakil Kepala Intelijen Militer Rusia Ditembak di Moskow, Pelaku Masih Diburu
Letnan Jenderal Vladimir Alexeyev, Wakil Kepala Pertama badan intelijen militer Rusia (GRU), dilaporkan dirawat di rumah sakit setelah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PENEMBAKAN-Letnan-Jenderal-Vladimir-Alexeyev-Wakil-Kepala-Pertama.jpg)
Ringkasan Berita:
- Letnan Jenderal Vladimir Alexeyev, Wakil Kepala Pertama intelijen militer Rusia, ditembak oleh pelaku tak dikenal di Moskow dan kini dirawat di rumah sakit dalam kondisi serius.
- Otoritas Rusia telah membuka penyelidikan atas dugaan percobaan pembunuhan dan kepemilikan senjata ilegal.
- Alexeyev dikenal sebagai pejabat senior yang terkait operasi militer Rusia di Ukraina serta pernah dikenai sanksi oleh Amerika Serikat dan Uni Eropa.
TRIBUNGORONTALO.COM - Letnan Jenderal Vladimir Alexeyev, Wakil Kepala Pertama badan intelijen militer Rusia (GRU), dilaporkan dirawat di rumah sakit setelah ditembak beberapa kali di dalam sebuah gedung permukiman di Moskow, Jumat waktu setempat.
Komite Investigasi Rusia menyatakan penyerang yang belum teridentifikasi melepaskan tembakan sebelum melarikan diri dari lokasi kejadian.
Alexeyev segera dilarikan ke rumah sakit di Moskow, namun kondisi kesehatannya belum diumumkan secara resmi.
Sumber penegak hukum yang dikutip media pemerintah Rusia, RT, menyebutkan sang jenderal berada dalam kondisi serius.
Sementara itu, sejumlah kanal Telegram seperti Mash dan Baza, yang dikenal memiliki kedekatan dengan aparat keamanan Rusia, melaporkan bahwa Alexeyev mengalami luka tembak di bagian punggung.
Kasus Percobaan Pembunuhan Diselidiki
Pihak berwenang Rusia telah membuka penyelidikan pidana terkait insiden tersebut.
Kasus ini mencakup dugaan percobaan pembunuhan serta kepemilikan senjata api secara ilegal.
Baca juga: Identitas Petani di Desa Bulotalangi Timur Gorontalo yang Ditemukan Meninggal di Hutan
Hingga kini, aparat keamanan masih memburu pelaku penembakan dan belum mengungkap motif di balik serangan terhadap pejabat tinggi militer Rusia tersebut.
Tokoh Penting dalam Operasi Militer Rusia
Alexeyev telah menjabat sebagai Wakil Kepala Pertama GRU sejak 2011.
Berdasarkan penyelidikan Radio Free Europe, ia disebut sebagai salah satu pejabat senior yang mengawasi kelompok yang disebut Rusia sebagai formasi “relawan” yang terlibat dalam operasi militer di Ukraina.
Ia juga diketahui terlibat dalam negosiasi dengan pimpinan kelompok Wagner, Yevgeny Prigozhin, saat terjadi pemberontakan Wagner pada Juni 2023.
Dalam peristiwa tersebut, Alexeyev hadir bersama Wakil Menteri Pertahanan Rusia, Yunus-Bek Yevkurov.
Pernah Dijatuhi Sanksi Barat
Nama Alexeyev sebelumnya masuk daftar sanksi sejumlah negara Barat. Pemerintah Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadapnya pada Desember 2016 atas dugaan keterlibatan dalam serangan siber yang ditujukan memengaruhi pemilihan presiden AS.
Selain itu, Uni Eropa juga menjatuhkan sanksi terhadap Alexeyev pada 2019 terkait kasus peracunan Sergei Skripal di Inggris.