Viral Internasional
Breaking News: Media Iran Konfirmasi Meninggalnya Ayatollah Ali Khamenei
Kematian Ali Khamenei merupakan dampak langsung dari operasi militer masif yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kolase-foto-Ayatollah-Ali-Khamenei.jpg)
Ringkasan Berita:
- Media pemerintah Iran dan Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan udara presisi oleh AS dan Israel yang menyasar kompleks kantor dan kediamannya di Teheran
- Kematian Khamenei memicu kepanikan warga di Teheran, lonjakan harga minyak dunia, serta sumpah pembalasan dari kabinet Iran
- Respons Internasional dan Dampak: Sekjen PBB Antonio Guterres mengecam serangan ini sebagai ancaman bagi perdamaian internasional
TRIBUNGORONTALO.COM – Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dikabarkan telah tewas terbunuh pada Minggu (1/3/2026).
Melansir dari KompasTV, kematian Ali Khamenei merupakan dampak langsung dari operasi militer masif yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel di Teheran, 28 Februari lalu.
Dikutip dari laporan Associated Press dan televisi pemerintah Iran, Khamenei dinyatakan tewas akibat serangan udara presisi yang menyasar langsung kompleks kantor dan kediamannya.
"Kematiannya di kantor menunjukkan bahwa ia secara konsisten berdiri di antara rakyatnya dan berada di garis depan tanggung jawabnya, menghadapi apa yang disebut para pejabat sebagai arogansi global," bunyi pernyataan resmi TV pemerintah Iran.
Kabar ini sekaligus mengakhiri spekulasi dan teka-teki mengenai kondisi Khamenei yang simpang siur sejak ledakan dahsyat terdengar di Teheran tersebut.
Sebelum konfirmasi resmi keluar, Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah lebih dulu mengumumkan kematian Khamenei melalui unggahan di media sosial Truth Social. Trump menggunakan bahasa yang keras untuk menggambarkan sosok pemimpin Iran tersebut.
"Khamenei, salah satu orang paling jahat di sejarah, telah tewas," tulis Trump.
Unggahan ini langsung memicu reaksi berantai di pasar keuangan global dan meningkatkan eskalasi politik internasional secara drastis.
Kematian Khamenei diprediksi akan mengubah peta geopolitik Timur Tengah secara permanen.
Ia telah memegang kendali penuh atas Iran sejak menggantikan Ayatollah Khomeini pada tahun 1989, menjadikan masa jabatannya salah satu yang terlama di kawasan tersebut.
Kepanikan melanda Teheran menyusul kabar tersebut, dengan laporan mengenai antrean panjang di pom bensin dan kepanikan warga di ibu kota. Kabinet Iran pun langsung mengadakan rapat darurat untuk menentukan langkah selanjutnya.
Pemerintah Iran bersumpah akan memberikan balasan yang setimpal atas kematian pemimpin mereka. "Kejahatan besar ini tak akan pernah dibiarkan tanpa balasan," bunyi pernyataan resmi kabinet yang disiarkan di media negara.
Kronologi Serangan dan Pernyataan Trump
Serangan yang menewaskan Khamenei bukanlah insiden biasa, melainkan operasi pertempuran besar yang telah direncanakan dengan matang oleh AS dan sekutu utamanya, Israel. Trump menegaskan bahwa operasi ini bertujuan untuk melumpuhkan kemampuan nuklir dan militer Iran.
Trump menegaskan kembali di media sosial Truth bahwa Khamenei telah terbunuh dalam serangan presisi tersebut. Menurut sumber The Independent, pernyataan Trump muncul setelah laporan intelijen mengonfirmasi bahwa kompleks kediaman Khamenei luluh lantak akibat bom bunker-buster.