Viral Internasional
Breaking News: Media Iran Konfirmasi Meninggalnya Ayatollah Ali Khamenei
Kematian Ali Khamenei merupakan dampak langsung dari operasi militer masif yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kolase-foto-Ayatollah-Ali-Khamenei.jpg)
Lebih lanjut, Trump menyatakan bahwa kematian Khamenei adalah momen bersejarah dan menjadi kesempatan terbesar bagi rakyat Iran untuk merebut kembali negara mereka dari kekuasaan teokrasi.
Namun, sebelum konfirmasi dari media pemerintah Iran muncul, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, sempat berusaha meredam kepanikan dengan menyatakan kepada NBC bahwa Khamenei dan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, masih hidup.
Araghchi mengklaim bahwa situasi di Iran saat ini sudah terkendali dan meminta rakyat untuk tetap tenang. Ia juga menyebutkan bahwa hampir semua pejabat tinggi selamat, kecuali beberapa komandan militer tingkat menengah.
Reaksi Israel dan Ketegangan Militer
Di sisi lain, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, juga mengungkapkan keyakinan yang sama. Netanyahu bahkan menyebut bahwa tanda-tanda kematian Ali Khamenei semakin nyata setelah serangan udara dilakukan.
Intelijen Israel diyakini berperan kunci dalam memberikan informasi lokasi presisi Khamenei kepada pihak AS. Serangan ini menandai eskalasi tertinggi konflik antara Israel dan Iran dalam beberapa dekade terakhir.
Militer Israel kini bersiaga tinggi mengantisipasi serangan balasan dari proksi-proksi Iran di Lebanon, Yaman, dan Irak. Warga di perbatasan Israel-Lebanon diminta untuk tetap berada di dekat tempat perlindungan.
Baca juga: Sosok Ramlan Amrain, Lurah Tenilo: Adik Leting Eks Gubernur Gorontalo Rusli Habibie di STKS Bandung
Kecaman PBB dan Seruan Deeskalasi
Kematian pemimpin tertinggi ini memicu keprihatinan mendalam dari komunitas internasional. Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, mengecam keras tindakan militer AS dan Israel ke Iran.
Guterres menegaskan bahwa serangan tersebut merusak perdamaian dan keamanan internasional secara fundamental. Ia khawatir tindakan ini akan memicu efek domino konflik regional yang lebih luas.
“Saya mengutuk eskalasi militer yang terjadi di Timur Tengah saat ini,” ujar Guterres dalam pernyataan resmi. Ia menekankan bahaya pembalasan yang berkelanjutan antara pihak-pihak yang bertikai.
“Penggunaan kekuatan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, dan pembalasan selanjutnya oleh Iran di seluruh wilayah, merusak perdamaian dan keamanan internasional,” tambahnya dengan nada mendesak.
Guterres mengingatkan seluruh anggota PBB untuk menghormati kewajiban mereka di bawah hukum internasional, khususnya Piagam PBB yang melarang penggunaan kekerasan terhadap kedaulatan negara lain.
"Piagam tersebut dengan jelas melarang ancaman penggunaan kekerasan terhadap integritas teritorial atau kemerdekaan politik negara mana pun," kata Guterres merujuk pada prinsip dasar hukum internasional.
Ia menyerukan penghentian permusuhan segera dan meminta semua pihak kembali ke meja perundingan sebelum situasi benar-benar tidak terkendali.
Kematian Khamenei menciptakan kekosongan kekuasaan yang sangat besar. Dewan Ahli Iran kini menghadapi tekanan berat untuk segera menunjuk pengganti di tengah situasi perang yang berkecamuk.
Analis politik memperkirakan akan terjadi perebutan kekuasaan internal yang sengit di dalam tubuh Garda Revolusi Iran (IRGC) untuk menentukan arah kebijakan negara selanjutnya.