Selasa, 24 Maret 2026

Berita Sulutenggo

Dijanjikan Kerja di Vietnam, Sakti Tangahu Warga Bolmut Malah Terjebak Penipuan Online di Kamboja

Seorang warga Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sulawesi Utara, mengaku mengalami dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO)

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Dijanjikan Kerja di Vietnam, Sakti Tangahu Warga Bolmut Malah Terjebak Penipuan Online di Kamboja
istockphoto
PENIPUAN -- Seorang warga Bolmut terjebak sindikat penipuan online di Kamboja. Awalnya ia dijanjikan kerja dengan bayaran fantastis di luar negeri. 

Ringkasan Berita:
  • Warga Bolmut, Sakti Tangahu, mengaku menjadi korban TPPO setelah dijanjikan pekerjaan di Vietnam namun dibawa ke Kamboja
  • Ia mengklaim dipaksa bekerja sebagai pelaku penipuan daring tanpa menerima gaji serta mengalami kekerasan saat meminta dipulangkan. 
  • Pengalaman tersebut diharapkan menjadi peringatan agar masyarakat lebih waspada terhadap tawaran kerja luar negeri.

 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Seorang warga Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sulawesi Utara, mengaku mengalami dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) setelah menerima tawaran pekerjaan di luar negeri yang berujung pada praktik penipuan daring.

Pria bernama Sakti Tangahu (33), warga Desa Bolangitan II, Kecamatan Bolangitan Barat, menceritakan pengalamannya kepada TribunGorontalo.com melalui sambungan telepon WhatsApp, Jumat (6/2/2026).

Sakti mengatakan awalnya ia ditawari pekerjaan di luar negeri oleh kerabat dekatnya.

Tawaran tersebut disertai janji pekerjaan dengan penghasilan yang dianggap lebih menjanjikan dibanding pekerjaan sebelumnya.

Menurut pengakuannya, ia hanya diberitahu akan bekerja di Vietnam.

Ia tidak pernah diberi informasi bahwa dirinya akan dibawa ke negara lain.

Setelah menyatakan bersedia, Sakti diberangkatkan dari Bolmut menuju Gorontalo, kemudian melanjutkan perjalanan ke Jakarta.

Di ibu kota, ia diarahkan mengurus paspor menggunakan dokumen perjalanan wisata.

Ia mengaku mendapat arahan dari pihak yang diduga sebagai agen agar menjawab tujuan liburan jika ditanya petugas imigrasi.

Paspor tersebut disebutnya terbit pada hari yang sama.

Setelah itu, Sakti menunggu keberangkatan bersama sejumlah orang dari berbagai daerah, termasuk dari Medan.

Mereka dikumpulkan dalam satu grup komunikasi sebelum akhirnya berangkat menggunakan penerbangan dini hari.

Perjalanan dilakukan melalui rute Jakarta menuju Kuala Lumpur, Malaysia, kemudian dilanjutkan ke Ho Chi Minh City, Vietnam.

Sakti mengaku baru mengetahui tujuan negaranya setelah bertanya kepada rekan perjalanan.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved