TOPIK
Human Interest Story
-
Yodin Wumu, petugas pengangkut sampah menceritakan pengalamannya bekerja di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Gorontalo.
-
Ella Ismail (57), pemilik pangkalan menceritakan ketersediaan gas elpiji 3 kilogram di Desa Pauwo, Kelurahan Tumbihe
-
Sunarti Kantu (54), pedagang di Pantai Kurenai, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo.
-
Alkaf Prayoga (26) menceritakan pengalaman dirinya selama menjadi mahasiswa IAIN Sultan Amai Gorontalo.
-
Suprianti (23) mahasiswi Jurusan Tadris Bahasa Inggris, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, IAIN Sultan Amai Gorontalo.
-
Ikamina Gombo, mahasiswi Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Gorontalo (UNG).
-
Asna memiliki empat orang anak di mana anak pertamanya telah berkeluarga. Anak keduanya kini telah bergelar sarjana dan telah bekerja
-
Dalam perbincangan bersama Tribun Gorontalo di Kantor Lurah Tinelo, Jumat (21/2/2025), ia mengenang perjalanan panjang dan penuh tantangan yang telah
-
Frediyanto Monoarfa (19), warga Desa Bulotalangi, Bone Bolango, Gorontalo, gemar mengikuti lomba desain poster.
-
Sinta Dewi Ginoga (26), dosen muda bercerita tentang kiat menjadi tenaga pendidikan.
-
Arni Nuruji (20) mahasiswi Jurusan Bahasa Indonesia Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menjalankan usaha aksesori handphone.
-
Sri Muliani Dama (20), warga Desa Balayo, Patilanggio, Pohuwato, Gorontalo, langganan juara menulis puisi di kancah nasional.
-
Fajar Nur Cahyo (25), mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) membangun bisnis tempat print dan es teh.
-
Saprudin Kamaru (75), warga Kelurahan Ipilo, Kota Gorontalo, setiap hari bekerja sebagai sopir bentor (becak motor).
-
Meys Tahir (21) warga Desa Tabongo, Kabupaten Bualemo, Gorontalo, merupakan mahasiswa di Universitas Negeri Gorontalo.
-
Hairul (20) warga Kota Gorontalo berjualan es kopi menggunakan sepeda listrik.
-
Ilham Bin Yasin (25) penjual durian meraup omzet Rp30 juta dalam sehari.
-
Khoerul Anwar, pria asal Jawa Timur pemilik Es Teler Bang Dhio di Kota Gorontalo.
-
Mas Diman, pria asal Jawa Tengah berjualan es di Kota Gorontalo sejak 1975.
-
Cerita Rahim Badu seorang tokoh agama asal Desa Pangi, Kecamatan Dulupi, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo yang makin banyak mendapatkan undangan
-
Marni (45), ibu lima anak asal Kota Raya, Sulawesi Tengah, berjualan bakso di Taman Kota Gorontalo.
-
Asia Nasaru (85), warga Desa Pilobuhutadesa Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
-
Riki Matili, Pria di Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo membuka usaha yang diberi nama Kedai B'RIK sejak Januari 2024 silam.
-
Usaha yang baru ia geluti selama kurang lebih dua tahun itu berawal dari perjuangan yang terbilang singkat.
-
Ati kecewa jualannya sepi pembeli, padahal ia merupakan pindahan dari pasar shopping Limboto, Kabupaten Gorontalo.
-
Roni Pateda (52) adalah seorang pengrajin batu bata di Kabupaten Gorontalo. Lokasi usahanya tepat di Jalan Rocky Katili, Desa Hulawa, Kecamatan Telaga
-
Mastin Jenal (53) bercerita pengalaman pahitnya saat menjual nasi kuning di Desa Pontolo, Kecamatan Kwandang
-
Ahmad, seorang perantau dari Makassar berhasil mengembangkan usaha pertanian kemiri di Gorontalo.
-
Ipda Oyong Abas saat ini menjabat sebagai Kepala Bagian Operasi Satuan Intelkam.
-
Nasib pilu dialami Jumria Tidita (70), warga Desa Motilango, Kecematan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo.