Human Interest Story
Ahmad Petani Kemiri Gorontalo Raup Omzet Rp 300 Juta dalam 2 Minggu, Ternyata Ini Rahasianya
Ahmad, seorang perantau dari Makassar berhasil mengembangkan usaha pertanian kemiri di Gorontalo.
Penulis: Faisal Husuna | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Pengusaha-yang-sukses-mengembangkan-pertanian.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Ahmad, seorang perantau dari Makassar berhasil mengembangkan usaha pertanian kemiri di Gorontalo.
Ahmad memulai usaha pertanian kemiri ini sejak tahun 2023.
Terhitung baru dua tahun, Ahmad kini mampu menjual 10 ton kemiri dalam dua minggu.
Kemiri tersebut dijual Ahmad di pasar-pasar tradisional di kabupaten/kota di Gorontalo.
"Dalam dua minggu saya menjual 10 ton. Dijual di pasar-pasar yang ada di Gorontalo, Rp 30 ribu per kilo," ucapnya saat ditemui TribunGorontalo.com, Rabu (5/2/2025).
Jika dirinci, setiap dua minggu, Ahmad berhasil menjual 10 ton kemiri ke berbagai pasar dengan harga Rp 30 ribu per kilo.
Total pendapatan yang ia peroleh mencapai Rp 300 juta setiap dua minggu.
Ahmad menceritakan awal pertama kali ia mengenal usaha pertanian kemiri.
Saat itu, pada awal tahun 2023 tiba di Gorontalo, mengunjungi para petani di kawasan pegunungan Dulamayo, yang sedang melakukan panen.
Ahmad melihat para petani sedang memecahkan kemiri dengan cara manual.
Karena tertarik dengan usaha kemiri, ia lalu bertanya dan berdiskusi dengan orang yang sudah menggeluti usaha tersebut.
Setelah berdiskusi, Ahmad mendapatkan ide dan memantapkan hati terjun ke dunia pertanian kemiri.
"Saat itu saya melihat aktivitas petani di kebun di pegunungan Dulamayo, mereka sedang memecahkan kemiri. Saya pun bertanya-tanya, dan dari situ muncul ide untuk mengembangkan usaha ini," ujarnya.
Akhirnya, Ahmad kemudian membikin mesin penggiling kemiri untuk mempermudah melakukan produksi.
Hingga sekarang, ia telah memiliki dua gudang penjemuran yang dikontrak.