Human Interest Story
Alkaf Prayoga Cerita Pengalaman Kuliah di IAIN Gorontalo, Belajar Jadi Penyiar Radio
Alkaf Prayoga (26) menceritakan pengalaman dirinya selama menjadi mahasiswa IAIN Sultan Amai Gorontalo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Alkaf-Prayoga.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Alkaf Prayoga (26) menceritakan pengalaman dirinya selama menjadi mahasiswa IAIN Sultan Amai Gorontalo.
Alkaf menyelesaikan kuliahnya selama sembilan semester.
Mahasiswa Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, ini menjadi penyiar SAF Radio.
Stasiun radio tersebut dikelola oleh Fakultas Ushuluddin dan Dakwah.
"Untuk SAF Radio itu sendiri adalah wadah yang disediakan oleh kampus untuk mahasiswa Fakultas Ushuluddin agar bisa megembangkan skill, khususnya di Jurusan Ilmu Komunikasi dan Penyiaran Islam," jelas Alkaf.
Alkaf menyampaikan bahwa saat menjadi penyiar radio itu tidak berdampak pada nilai melainkan menjadi pengalaman bagi mahasiswa.
"Untuk saya sendiri menjadi pengalaman untuk kita sebagai mahasiswa, yang ketika keluar dari kampus tidak susah lagi untuk mengenal lingkungan kerja," tuturnya.
Selain itu, SAF Radio juga mengajarkan dan melatih mahasiswa bagaimana cara menyiar.
Baca juga: Profil Moh Triadityansyah Mahasiswa S-2 UNG Gorontalo Lulus Predikat Cumlaude
Tentang keluarga
Alkaf merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Ayahnya bekerja sebagai guru, sedangkan ibunya adalah IRT.
Alkaf tinggal di Jalan Ampi, Kelurahan Molosipat U, Kota Gorontalo.
Selama proses perkuliahan, Alkaf mengaku tidak menargetkan apapun.
"Saya tidak menargetkan untuk kapan lulusnya melainkan kuliah saja dulu, soal hasilnya itu biar jalan sendiri bersama dengan usaha," ucapnya.
Alkaf lulus dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,72.
"Alhamdulilah untuk faktor-faktor penghambat dalam kuliah itu hampir tidak ada," katanya.
Ia mengatakan bahwa motivasi kuliahnya hanyalah ingin menuntut ilmu saja.
Dengan pengalaman sebagai penyiar radio di kampus, Alkaf Prayoga siap menghadapi tantangan baru di masa depan. (*)