Ketupat Gorontalo
Semarak Ketupat di Kelurahan Paguyaman Gorontalo, Anak hingga ibu-ibu Ikut Lomba
Lorong di Jalan Bali III, Kelurahan Paguyaman, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo, berubah menjadi ruang penuh tawa dan kebersamaan
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/GEBYAR-KETUPAT-Suasana-meriah-lomba-semarak-Ketupat.jpg)
Ringkasan Berita:
- Warga Lorong Jalan Bali III, Kelurahan Paguyaman, Kota Gorontalo, menggelar berbagai lomba untuk memeriahkan Lebaran Ketupat meski telah lewat sehari.
- Kegiatan yang diinisiasi bersama oleh warga ini melibatkan semua kalangan dan didanai secara swadaya, dengan antusiasme tinggi dari masyarakat.
- Panitia dan peserta berharap kegiatan kebersamaan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin setiap tahun.
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Lorong di Jalan Bali III, Kelurahan Paguyaman, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo, berubah menjadi ruang penuh tawa dan kebersamaan, Minggu (29/3/2026), sore.
Hari Ketupat telah berlalu sehari sebelumnya, warga justru masih antusias.
Warga setempat menggelar berbagai rangkaian kegiatan yang melibatkan semua kalangan.
Tak hanya anak muda, anak-anak hingga ibu-ibu turut ambil bagian memeriahkan acara.
Baca juga: 50 Ribu Tentara Elit Amerika Tiba di Timur Tengah, Siap Serang Iran!
Sejak sore hari, warga mulai memadati lokasi kegiatan.
Berbagai lomba dilaksanakan mulai dari tarik tambang, cungkel hadiah, lari karung, hingga lomba menangis, semuanya disambut antusias.
Semakin sore, jumlah warga yang datang terus bertambah.
Bahkan, saat waktu maghrib tiba, panitia menghentikan sementara kegiatan untuk memberi kesempatan warga menunaikan ibadah, sebelum nantinya dilanjutkan kembali.
Panitia kegiatan, Nanang Isa, menjelaskan bahwa kegiatan ini lahir dari inisiatif bersama warg.
"Kegiatan ini diinisiasi oleh orang tua dan rema muda di komplek, ini dalam rangka memeriahkan Idulfitri lebih tepatnya hari raya Ketupat," ujar Nanang.
Ia juga memaparkan bahwa lomba yang digelar dirancang agar bisa diikuti semua kelompok usia, tanpa terkecuali.
"Lomba mini games itu tak hanya untuk kalangan muda, bahkan anak-anak, orang dewasa ibu-ibu semua turut terlibat," tambahnya.
Menurutnya, antusiasme warga menjadi bukti bahwa kegiatan sederhana mampu mempererat hubungan masyarakat.
"Antusiasme dari masyarakat sangat luar biasa, bukan hanya masyarakat di komplek yang hadir, ada juga yang diluar dari sini," ungkap Nanang.