Minggu, 15 Maret 2026

Human Interest Story

Cerita Marni, Penjual Bakso di Taman Kota Gorontalo, Raup Keuntungan 20 Juta per Bulan

Marni (45), ibu lima anak asal Kota Raya, Sulawesi Tengah, berjualan bakso di Taman Kota Gorontalo.

Tayang:
Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Cerita Marni, Penjual Bakso di Taman Kota Gorontalo, Raup Keuntungan 20 Juta per Bulan
TribunGorontalo.com/Nursella Hulopi
PENJUAL BAKSO - Marni (45) saat menyajikan bakso ke pembeli di Taman Kota Gorontalo, Rabu (12/2/2025). Marni menceritakan perjalanan usaha bakso di Taman Kota Gorontalo. (Sumber foto: TribunGorontalo.com/Nursella Hulopi). 

(Penulis: Nursella D Hulopi/ TribunGorontalo.com)

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Marni (45), ibu lima anak asal Kota Raya, Sulawesi Tengah, berjualan bakso di Taman Kota Gorontalo.

Marni mengaku meraup keuntungan hingga Rp20 juta setiap bulannya.

Sebelum membuka usaha bakso, ia sempat berjualan pakaian di Pasar Kota Raya, Sulawesi Tengah.

Selama 19 tahun dirintis, usaha Marni bersama suaminya itu bangkrut. 

Marni dan keluarganya akhirnya memutuskan untuk pindah ke Gorontalo.

"Saya pernah berjualan kain di sana selama 19 tahun, namun usaha kami gagal, karena tidak ada modal lagi untuk membeli barang," ungkap Marni kepada TribunGorontalo.com, Rabu (12/2/2025).

Menggunakan modal seadanya, Marni kemudian berjualan bakso sejak 2020 di Taman Kota Gorontalo.

"Saya memulai ini dengan modal Rp500 ribu saja. Pokoknya saat itu saya katakan ke suami,yang penting ada uang yang masuk setiap harinya sekalipun sedikit," ujarnya.

Tekad Marni untuk memulai usahanya lima tahun lalu ini terbilang sukses karena ia bisa meraup keuntungan hingga puluhan juta.

Berkat usahanya itu, Marni dapat membiayai pendidikan dua anaknya hingga ke perguruan tinggi.

Baca juga: Cerita Nenek Asia Nasaru Rawat Cucu yang Miliki Sindrom Langka, Bertahan dari Usaha Pangkas Rambut 

"Alhamdulillah dari hasil berjualan ini saya sudah bisa menunjang anak-anak saya sekolah, bahkan dua sudah kuliah. Anak yang pertama kuliah di Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dan satunya di Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMG)," jelasnya. 

Marni juga membagikan tips usaha tetap bertahan meski sepi pengunjung. 

Salah satu cara yang ia lakukan adalah menyetok bahan-bahan makanan setiap hari. Marni mengaku selalu membeli bahan seperlunya.

Hal ini dilakukannya untuk mengantisipasi adanya lonjakan harga bahan pokok, dan pengeluaran dalam jumlah banyak. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved