Human Interest Story
Cerita Marni, Penjual Bakso di Taman Kota Gorontalo, Raup Keuntungan 20 Juta per Bulan
Marni (45), ibu lima anak asal Kota Raya, Sulawesi Tengah, berjualan bakso di Taman Kota Gorontalo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Marni-penjual-bakso.jpg)
(Penulis: Nursella D Hulopi/ TribunGorontalo.com)
TRIBUNGORONTALO.COM – Marni (45), ibu lima anak asal Kota Raya, Sulawesi Tengah, berjualan bakso di Taman Kota Gorontalo.
Marni mengaku meraup keuntungan hingga Rp20 juta setiap bulannya.
Sebelum membuka usaha bakso, ia sempat berjualan pakaian di Pasar Kota Raya, Sulawesi Tengah.
Selama 19 tahun dirintis, usaha Marni bersama suaminya itu bangkrut.
Marni dan keluarganya akhirnya memutuskan untuk pindah ke Gorontalo.
"Saya pernah berjualan kain di sana selama 19 tahun, namun usaha kami gagal, karena tidak ada modal lagi untuk membeli barang," ungkap Marni kepada TribunGorontalo.com, Rabu (12/2/2025).
Menggunakan modal seadanya, Marni kemudian berjualan bakso sejak 2020 di Taman Kota Gorontalo.
"Saya memulai ini dengan modal Rp500 ribu saja. Pokoknya saat itu saya katakan ke suami,yang penting ada uang yang masuk setiap harinya sekalipun sedikit," ujarnya.
Tekad Marni untuk memulai usahanya lima tahun lalu ini terbilang sukses karena ia bisa meraup keuntungan hingga puluhan juta.
Berkat usahanya itu, Marni dapat membiayai pendidikan dua anaknya hingga ke perguruan tinggi.
Baca juga: Cerita Nenek Asia Nasaru Rawat Cucu yang Miliki Sindrom Langka, Bertahan dari Usaha Pangkas Rambut
"Alhamdulillah dari hasil berjualan ini saya sudah bisa menunjang anak-anak saya sekolah, bahkan dua sudah kuliah. Anak yang pertama kuliah di Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dan satunya di Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMG)," jelasnya.
Marni juga membagikan tips usaha tetap bertahan meski sepi pengunjung.
Salah satu cara yang ia lakukan adalah menyetok bahan-bahan makanan setiap hari. Marni mengaku selalu membeli bahan seperlunya.
Hal ini dilakukannya untuk mengantisipasi adanya lonjakan harga bahan pokok, dan pengeluaran dalam jumlah banyak.