Lebaran Ketupat Gorontalo
Membludak! Ribuan Warga Padati Gebyar Semarak Ketupat di Bulango Selatan Gorontalo
Antusiasme warga memuncak pada pelaksanaan Gebyar Semarak Ketupat di Kecamatan Bulango Selatan, Kabupaten Bone Bolango, Sabtu (28/3/2026).
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/LOMBA-Gebyar-ketupat-di-Gorontalo-meriah-Disaksikan-oleh-ratusan.jpg)
Ringkasan Berita:
- Gebyar Semarak Ketupat di Bulango Selatan dipadati warga hingga membuat area acara penuh sesak.
- Sebanyak 16 lomba digelar, menarik partisipasi berbagai kalangan masyarakat.
- Tingginya antusiasme menunjukkan kuatnya tradisi dan kebersamaan warga setempat.
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Antusiasme warga memuncak pada pelaksanaan Gebyar Semarak Ketupat di Kecamatan Bulango Selatan, Kabupaten Bone Bolango, Sabtu (28/3/2026).
Sejak siang hari, lokasi kegiatan sudah dipadati masyarakat dari berbagai penjuru desa hingga membuat area acara terlihat penuh sesak.
Pantauan Tribun Gorontalo di lokasi, warga berjejer di sepanjang pagar bambu yang dipasang panitia sebagai pembatas arena.
Tidak hanya berdiri, sebagian warga bahkan rela duduk di tanah, berteduh di bawah baliho, hingga berdiri tempat yang lebih tinggi demi mendapatkan posisi terbaik untuk menyaksikan jalannya lomba.
Kerumunan tampak didominasi berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua.
Baca juga: Belum Sempat Puasa Ramadan? Begini Cara Mengqadha dan Bayar Fidyah
Wajah-wajah antusias terlihat jelas, sebagian mengabadikan momen dengan ponsel, sementara lainnya fokus menyaksikan setiap perlombaan yang berlangsung di arena.
Di sisi lain, tenda-tenda sponsor yang berdiri di sekitar lokasi juga dipenuhi pengunjung.
Warna merah mencolok dari tenda menjadi penanda pusat keramaian, sekaligus tempat warga berkumpul dan beristirahat sejenak dari padatnya area utama.
Sorak sorai penonton sesekali pecah, terutama saat lomba berlangsung.
Suasana semakin hidup ketika peserta berusaha menaklukkan tantangan seperti jembatan bambu dan permainan lari karung emak-emak yang mengundang gelak tawa penonton.
Ketua panitia, Sri Aprilia Mayang, mengaku tidak menyangka jumlah pengunjung akan membludak seperti ini.
Ia menyebut lonjakan ini menjadi bukti tingginya antusiasme masyarakat terhadap tradisi Lebaran Ketupat.
“Alhamdulillah, tahun ini jauh lebih ramai dari yang kami perkirakan. Ini menunjukkan bahwa kebersamaan masyarakat masih sangat kuat, apalagi dalam tradisi seperti ini,” ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan dua desa yaitu Desa Sejahtera dan Desa Lamahu dalam kegiatan ini menjadi salah satu faktor meningkatnya jumlah pengunjung.