Tradisi Ketupat Gorontalo
Tradisi Ketupat di Kota Utara Gorontalo, Warga Siapkan Ribuan Hidangan hingga Perlombaan Tradisional
Warga Kelurahan Tanggidaa, Kecamatan Kota Utara, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, mulai memacu persiapan perayaan tradisi ketupat
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Sejumlah-warga-Dulomo-Selatan-Kota-Gorontalo-membuat-ketupat-untuk-perayaan-tradisi-Ketupat-2026.jpg)
Ringkasan Berita:
- Warga Kelurahan Tanggidaa menyiapkan 2.026 ketupat beserta ribuan lauk secara gotong royong, dipusatkan di Masjid Jami untuk dibagikan gratis
- Perayaan dilengkapi karnaval budaya dengan arak-arakan gunungan ketupat, pengumpulan hidangan dari warga, serta lomba tradisional seperti panjat pinang dan tarik tambang
- Dana berasal dari swadaya warga (80 persen) dan sponsor, sementara tradisi ketupat ini telah berlangsung sejak 1970-an sebagai simbol kebersamaan dan daya tarik budaya
TRIBUNGORONTALO.COM – Warga di Jalan Rusli Datau, Kelurahan Dulomo Selatan, Kecamatan Kota Utara, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, mulai memacu persiapan perayaan tradisi ketupat usai Idulfitri 1447 H. Tahun ini, panitia menyediakan sebanyak 2.026 ketupat yang akan dibagikan secara gratis kepada masyarakat.
Pantauan TribunGorontalo.com pada Jumat (27/3/2026), aktivitas warga terlihat di beberapa titik permukiman. Sejumlah pria tampak duduk berkelompok, mengisi beras ke dalam anyaman janur yang telah dibentuk menjadi selongsong ketupat.
Proses pengisian dilakukan secara manual. Warga bekerja bergantian; sebagian membuka anyaman, sebagian lagi memasukkan beras, lalu merapikannya sebelum dikumpulkan ke dalam wadah besar.
Menariknya, kegiatan ini didominasi oleh kaum laki-laki. Mereka terlihat aktif mulai dari proses pengisian hingga pengumpulan, sementara warga lainnya membantu menyiapkan bahan dan perlengkapan pendukung.
Di lokasi berbeda, seorang warga tampak sibuk memahat batang pinang menggunakan palu dan pahat. Batang tersebut disiapkan sebagai sarana lomba yang menjadi bagian dari rangkaian festival.
Ketua Panitia, Jamaludin Kadir (27), mengungkapkan bahwa persiapan dilakukan secara singkat namun intensif.
"Persiapan ini kami lakukan sekitar enam hari. Dari pagi sampai malam kami bekerja untuk memastikan semuanya siap," ujarnya saat ditemui di lokasi.
Ia menjelaskan, sebanyak 2.026 ketupat tersebut akan dipusatkan di Masjid Jami kelurahan, lengkap dengan ribuan porsi lauk yang disediakan masyarakat secara gotong royong.
"Ketupat ini gratis untuk masyarakat. Kami juga menyiapkan ribuan lauk yang dimasak bersama oleh warga," jelas Jamaludin.
Baca juga: Rayakan Tradisi Ketupat di Malam Hari, Warga Pabean Gorontalo Sajikan Kuliner Gratis
Karnaval Budaya dan Perlombaan Tradisional
Selain makan bersama, perayaan ini akan dimeriahkan dengan karnaval budaya. Warga akan mengarak gunungan ketupat mengelilingi kampung sebagai penanda dimulainya perayaan.
Arak-arakan tersebut melibatkan anak-anak TPA dan TPQ, serta masyarakat umum. Sepanjang rute, warga yang dilewati rombongan akan menyerahkan hidangan yang telah mereka siapkan untuk kemudian dikumpulkan di masjid.
"Arak-arakan ini sekaligus menjemput makanan dari warga yang nantinya disajikan untuk dinikmati bersama," tambahnya.
Tak hanya itu, panitia juga menyiapkan berbagai perlombaan tradisional seperti panjat pinang dan tarik tambang yang dipusatkan di sekitar Masjid Al-Mubarak setelah karnaval usai.
Terkait pendanaan, Jamaludin menyebut sebagian besar berasal dari swadaya. "Sekitar 80 persen dari warga dan takmir masjid, sisanya dari sponsor, baik pihak pemerintah maupun swasta," katanya.