TOPIK
Human Interest Story
-
Arni Nuruji (20) mahasiswi Jurusan Bahasa Indonesia Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menjalankan usaha aksesori handphone.
-
Sri Muliani Dama (20), warga Desa Balayo, Patilanggio, Pohuwato, Gorontalo, langganan juara menulis puisi di kancah nasional.
-
Fajar Nur Cahyo (25), mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) membangun bisnis tempat print dan es teh.
-
Saprudin Kamaru (75), warga Kelurahan Ipilo, Kota Gorontalo, setiap hari bekerja sebagai sopir bentor (becak motor).
-
Meys Tahir (21) warga Desa Tabongo, Kabupaten Bualemo, Gorontalo, merupakan mahasiswa di Universitas Negeri Gorontalo.
-
Hairul (20) warga Kota Gorontalo berjualan es kopi menggunakan sepeda listrik.
-
Ilham Bin Yasin (25) penjual durian meraup omzet Rp30 juta dalam sehari.
-
Khoerul Anwar, pria asal Jawa Timur pemilik Es Teler Bang Dhio di Kota Gorontalo.
-
Mas Diman, pria asal Jawa Tengah berjualan es di Kota Gorontalo sejak 1975.
-
Cerita Rahim Badu seorang tokoh agama asal Desa Pangi, Kecamatan Dulupi, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo yang makin banyak mendapatkan undangan
-
Marni (45), ibu lima anak asal Kota Raya, Sulawesi Tengah, berjualan bakso di Taman Kota Gorontalo.
-
Asia Nasaru (85), warga Desa Pilobuhutadesa Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
-
Riki Matili, Pria di Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo membuka usaha yang diberi nama Kedai B'RIK sejak Januari 2024 silam.
-
Usaha yang baru ia geluti selama kurang lebih dua tahun itu berawal dari perjuangan yang terbilang singkat.
-
Ati kecewa jualannya sepi pembeli, padahal ia merupakan pindahan dari pasar shopping Limboto, Kabupaten Gorontalo.
-
Roni Pateda (52) adalah seorang pengrajin batu bata di Kabupaten Gorontalo. Lokasi usahanya tepat di Jalan Rocky Katili, Desa Hulawa, Kecamatan Telaga
-
Mastin Jenal (53) bercerita pengalaman pahitnya saat menjual nasi kuning di Desa Pontolo, Kecamatan Kwandang
-
Ahmad, seorang perantau dari Makassar berhasil mengembangkan usaha pertanian kemiri di Gorontalo.
-
Ipda Oyong Abas saat ini menjabat sebagai Kepala Bagian Operasi Satuan Intelkam.
-
Nasib pilu dialami Jumria Tidita (70), warga Desa Motilango, Kecematan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo.
-
Meski hidup di rumah anyaman bambu yang sudah mulai lapuk, keluarga ini tetap bersyukur dan bahagia meski tanpa listrik, menjadikan suasana rumah mere
-
Ia hadir di Citimall Gorontalo, membawa serta jajanan sehat dari usaha yang ia beri nama Al-Ariyyj, yang berarti "mantap dan gurih" dalam bahasa Arab.
-
Tak hanya sekadar berdagang, bagi Reza, bisnis ini adalah bagian dari perjalanannya membangun usaha dari nol hingga kini memiliki 12 outlet di Palu.
-
Rikman Mobiliu (28) merupakan warga Desa Molantadu, Kecamatan Tomilito, Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo tinggal di rumah semi permanen.
-
Mumuh berbagi cerita soal pengalamannya pertama kali menjadi pedagang crepes di Gorontalo.
-
Sima merupakan wanita suku pedalaman 'Polahi' Gorontalo yang saat ini berada di Desa Langge
-
Dendi Hemeto, Warga Desa Tolongio, Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara, bercerita tentang dirinya bertemu orang dari suku Polahi.
-
Polahi adalah salah satu suku terasing yang masih hidup di pedalaman hutan Pulau Sulawesi. Keberadaan mereka berada di sekitar Gunung Boliyohuto.
-
Sima, seorang wanita dari Suku Polahi keluar dari hutan Boliyohuto, Kabupaten Gorontalo.
-
Cerita Udin Umar (53) marbot masjid Masjid Agung Baiturahim di Desa Moluo, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo.