Human Interest Story
Muhammad Reza, Pedagang Kuliner Asal Palu yang Sukses Merambah Gorontalo
Tak hanya sekadar berdagang, bagi Reza, bisnis ini adalah bagian dari perjalanannya membangun usaha dari nol hingga kini memiliki 12 outlet di Palu.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Outlet-Sultan-Hand-ini-menawarkan-kuliner-yang-lezat-Muhammad-Reza-pemilik.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Muhammad Reza (34), seorang pedagang asal Palu, Sulawesi Tengah, tampak sibuk melayani pelanggan di salah satu stand makanan di Wahana Dino Planet, Citimall Gorontalo.
Dengan senyum ramah, ia menyambut pembeli yang datang silih berganti, Minggu (02/2/2025).
Tak hanya sekadar berdagang, bagi Reza, bisnis ini adalah bagian dari perjalanannya membangun usaha dari nol hingga kini memiliki 12 outlet di Palu.
"Outlet saya ada 12 cabang di Palu," ungkapnya saat berbincang dengan TribunGorontalo.com, Minggu (2/2/2025), di sela-sela kesibukannya berjualan.
Reza tak pernah menyangka bahwa kecintaannya terhadap jajanan masa kecil bisa membawanya sejauh ini.
Ia merintis usaha kuliner dengan menyajikan menu makanan favoritnya sejak masih bersekolah.
"Jadi, menu-menu makanan di outlet saya adalah makanan favorit saya waktu sekolah. Dulu saya suka dengan jajanan seperti ini," katanya, mengenang masa kecilnya dengan tatapan penuh semangat.
Nama usahanya, Sultan Hand, pun memiliki makna tersendiri. Ia mengambil nama tersebut dari nama anak pertamanya, yang berarti "tangan Sultan."
"Saya ambil dari nama anak pertama saya, karena saya ingin usaha ini menjadi sesuatu yang bisa diwariskan," jelasnya.
Keputusannya bergabung dengan rombongan Funderland Indonesia dan meninggalkan Palu bukanlah hal yang mudah.
Namun, Reza memiliki tekad kuat untuk berkembang dan memperluas relasi di dunia bisnis.
"Ini untuk menambah wawasan kita, mengenali daerah lain, dan memperbanyak interaksi dengan orang dari luar Palu. Apalagi, Gorontalo kan daerah tetangga," bebernya.
Sejak 2018, Reza sudah terjun di dunia bisnis. Perjalanannya tentu tidak selalu mulus.
Ada banyak tantangan yang harus ia hadapi, tetapi ia terus berusaha demi istri dan ketiga anaknya, meskipun harus berjauhan dari mereka.
"Saya mulai dari hal kecil dulu, step by step. Alhamdulillah, sampai sekarang usaha saya lancar," ucapnya penuh rasa syukur.
| Kisah Pedagang Pisang di Kota Tua Gorontalo, 20 Tahun Berjualan hingga Kini Masih Eksis |
|
|---|
| Kisah Santi Yusuf, Peternak Ayam Petelur di Gorontalo yang Bertahan 20 Tahun |
|
|---|
| Sosok Safrin Amir Dau, Jawara Qira’at Murattal Remaja MTQ Kabupaten Boalemo Gorontalo |
|
|---|
| Sosok Moh Ardiansyah, Pemuda Parimo Lulus S2 di Gorontalo: Biayai Kuliah dengan Usaha Kopi |
|
|---|
| Cerita Hamidun Diko, 29 Tahun Jadi Penjahit Sepatu di Boalemo Gorontalo |
|
|---|