Selasa, 17 Maret 2026

Berita Internasional

55 Tentara Venezuela dan Kuba Tewas dalam Operasi AS Culik Nicolas Maduro, Trump Akui Banyak Korban

Operasi militer Amerika Serikat untuk menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro menelan korban besar.

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto 55 Tentara Venezuela dan Kuba Tewas dalam Operasi AS Culik Nicolas Maduro, Trump Akui Banyak Korban
Yahoo Sport/STOCK FOTO
PENCULIKAN - Asap terlihat membubung dari bandara La Carlota setelah AS mengebom Caracas selama penggerebekan untuk menangkap Nicolas Maduro. Alamy Stock Foto 

Perwakilan China di PBB, Sun Lei, menyebut aksi AS sebagai “tindakan sepihak, ilegal, dan intimidatif”.

Sekjen PBB Antonio Guterres juga menyatakan keprihatinan mendalam karena hukum internasional dinilai tidak dihormati.

Eropa Terbelah, Irlandia Sebut Situasi Kompleks

Wakil Perdana Menteri Irlandia Simon Harris menyebut situasi ini “sangat kompleks” dari sisi hukum internasional. Meski begitu, ia menegaskan Maduro bukan kepala negara yang sah.

Harris menyebut Maduro sebagai “diktator brutal tanpa legitimasi demokratis” dan mengatakan tindakan Trump memang menghadirkan tantangan serius bagi tatanan internasional.

Ia juga menepis kekhawatiran bahwa aksi AS bisa menjadi preseden berbahaya, termasuk spekulasi aneksasi Greenland oleh AS. Menurut Harris, kasus Venezuela “tidak bisa dibandingkan”.

Aparat Masih Represif, Jurnalis Ditangkap

Meski rezim berganti, aparatus keamanan represif disebut masih aktif. Serikat jurnalis melaporkan 14 jurnalis dan pekerja media ditahan saat meliput pelantikan Rodriguez di parlemen.

Dua jurnalis asing lainnya juga sempat ditahan di perbatasan Kolombia. Seluruhnya kemudian dibebaskan.

Rodriguez sejauh ini belum merombak kabinet. Menteri Dalam Negeri Diosdado Cabello dan Menteri Pertahanan Padrino Lopez, yang disebut-sebut memegang kekuasaan nyata, tetap bertahan di posisinya.

Oposisi Serang Rodriguez, Machado Janjikan Venezuela Baru
Pemimpin oposisi Maria Corina Machado menegaskan Rodriguez tidak bisa dipercaya.

“Delcy Rodriguez adalah arsitek utama penyiksaan, persekusi, korupsi, dan narkotrafik,” kata Machado dalam wawancara dengan Fox News.

Machado mengklaim oposisi akan menang lebih dari 90 persen suara jika pemilu bebas digelar.

Ia berjanji menjadikan Venezuela pusat energi Amerika, membongkar jaringan kriminal, serta memulangkan jutaan warga Venezuela yang mengungsi.

Bahkan, Machado menyatakan siap memberikan Nobel Perdamaian miliknya kepada Trump, penghargaan yang selama ini diincar Presiden AS tersebut.

Namun Machado mengakui, ia belum berbicara langsung dengan Trump sejak 10 Oktober.

(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Selasa, 17 Maret 2026 (27 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:29
Subuh 04:39
Zhuhr 12:00
‘Ashr 15:02
Maghrib 18:03
‘Isya’ 19:11

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved