Berita Internasional
55 Tentara Venezuela dan Kuba Tewas dalam Operasi AS Culik Nicolas Maduro, Trump Akui Banyak Korban
Operasi militer Amerika Serikat untuk menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro menelan korban besar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PENCULIKAN-Asap-terlihat-membubung-dari-bandara-La-Carlota-setelah.jpg)
Perwakilan China di PBB, Sun Lei, menyebut aksi AS sebagai “tindakan sepihak, ilegal, dan intimidatif”.
Sekjen PBB Antonio Guterres juga menyatakan keprihatinan mendalam karena hukum internasional dinilai tidak dihormati.
Eropa Terbelah, Irlandia Sebut Situasi Kompleks
Wakil Perdana Menteri Irlandia Simon Harris menyebut situasi ini “sangat kompleks” dari sisi hukum internasional. Meski begitu, ia menegaskan Maduro bukan kepala negara yang sah.
Harris menyebut Maduro sebagai “diktator brutal tanpa legitimasi demokratis” dan mengatakan tindakan Trump memang menghadirkan tantangan serius bagi tatanan internasional.
Ia juga menepis kekhawatiran bahwa aksi AS bisa menjadi preseden berbahaya, termasuk spekulasi aneksasi Greenland oleh AS. Menurut Harris, kasus Venezuela “tidak bisa dibandingkan”.
Aparat Masih Represif, Jurnalis Ditangkap
Meski rezim berganti, aparatus keamanan represif disebut masih aktif. Serikat jurnalis melaporkan 14 jurnalis dan pekerja media ditahan saat meliput pelantikan Rodriguez di parlemen.
Dua jurnalis asing lainnya juga sempat ditahan di perbatasan Kolombia. Seluruhnya kemudian dibebaskan.
Rodriguez sejauh ini belum merombak kabinet. Menteri Dalam Negeri Diosdado Cabello dan Menteri Pertahanan Padrino Lopez, yang disebut-sebut memegang kekuasaan nyata, tetap bertahan di posisinya.
Oposisi Serang Rodriguez, Machado Janjikan Venezuela Baru
Pemimpin oposisi Maria Corina Machado menegaskan Rodriguez tidak bisa dipercaya.
“Delcy Rodriguez adalah arsitek utama penyiksaan, persekusi, korupsi, dan narkotrafik,” kata Machado dalam wawancara dengan Fox News.
Machado mengklaim oposisi akan menang lebih dari 90 persen suara jika pemilu bebas digelar.
Ia berjanji menjadikan Venezuela pusat energi Amerika, membongkar jaringan kriminal, serta memulangkan jutaan warga Venezuela yang mengungsi.
Bahkan, Machado menyatakan siap memberikan Nobel Perdamaian miliknya kepada Trump, penghargaan yang selama ini diincar Presiden AS tersebut.
Namun Machado mengakui, ia belum berbicara langsung dengan Trump sejak 10 Oktober.
(*)
| Negara-negara Di Dunia Cuek saat Trump Minta Bantuan Kirim Kapal ke Selat Hormuz |
|
|---|
| Iran Klaim Serang Pusat Data Amazon dan Pangkalan Udara AS di Bahrain |
|
|---|
| Trump Minta Dunia Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz, Banyak Negara Pilih Diam |
|
|---|
| Trump Klaim Serangan Udara Besar-besaran AS Hancurkan Target Militer Iran di Pulau Kharg |
|
|---|
| Enam Kru Militer Amerika Meninggal dalam Kecelakaan Pesawat KC-135 di Irak Barat |
|
|---|