Berita Internasional
Perang Iran dan Amerika Memukul Industri Pariwisata, Dampaknya Rp9,4 Triliun per Hari Hangus
Ketegangan geopolitik yang melibatkan Iran mulai mengguncang industri perjalanan dan pariwisata global.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ilustrasi-pesawat-99999.jpg)
Ringkasan Berita:
- Konflik Iran yang semakin memanas mulai berdampak besar pada industri perjalanan dan pariwisata global.
- Menurut World Travel & Tourism Council, sektor pariwisata dunia kini kehilangan sekitar 600 juta dolar AS per hari akibat turunnya belanja wisatawan internasional.
- Penutupan wilayah udara, pembatalan penerbangan, dan turunnya kepercayaan wisatawan menjadi pemicu utama gangguan tersebut.
TRIBUNGORONTALO.COM -- Ketegangan geopolitik yang melibatkan Iran mulai mengguncang industri perjalanan dan pariwisata global.
Analisis terbaru dari World Travel & Tourism Council (WTTC) menyebut konflik tersebut telah menyebabkan kerugian sekitar 600 juta dolar AS per hari dari belanja wisatawan internasional.
Gangguan pada sektor penerbangan, turunnya kepercayaan wisatawan, serta perubahan operasi maskapai membuat arus perjalanan internasional di Timur Tengah dan sekitarnya mulai terganggu.
Peringatan ini muncul ketika maskapai dunia mulai membatalkan penerbangan, pemerintah mengeluarkan peringatan perjalanan, dan jaringan penerbangan internasional harus mengalihkan rute pesawat dari wilayah udara yang dinilai tidak aman di sekitar Iran dan kawasan Teluk.
Berdasarkan laporan analis penerbangan global dan media seperti Financial Times, situasi ini berpotensi menjadi salah satu gangguan geopolitik terbesar terhadap perjalanan internasional sejak pandemi COVID-19.
Timur Tengah, Persimpangan Penerbangan Dunia
Timur Tengah memiliki posisi strategis dalam jaringan penerbangan global karena menjadi penghubung utama antara Eropa, Asia, Afrika, dan Australia.
Data WTTC menunjukkan kawasan ini menyumbang sekitar 5 persen kedatangan wisatawan internasional dunia serta 14 persen lalu lintas transit global.
Bandara besar seperti Dubai, Abu Dhabi, Doha, dan Bahrain melayani sekitar 526 ribu penumpang setiap hari, menghubungkan ratusan rute jarak jauh di seluruh dunia.
Namun meningkatnya konflik Iran membuat sejumlah wilayah udara ditutup sementara atau dibatasi karena alasan keamanan. Akibatnya, banyak penerbangan harus memutar rute untuk menghindari zona konflik.
Beberapa penerbangan antara Eropa dan Asia bahkan harus menempuh perjalanan beberapa jam lebih lama dari biasanya.
Maskapai Dunia Mulai Batalkan Penerbangan
Sejumlah maskapai internasional mulai menangguhkan atau mengurangi layanan penerbangan ke kawasan Timur Tengah.
Maskapai besar Eropa seperti Lufthansa, Air France, dan British Airways dilaporkan membatalkan atau mengurangi jadwal penerbangan ke beberapa destinasi di kawasan tersebut.
Sementara maskapai Timur Tengah seperti Emirates, Qatar Airways, dan Etihad Airways terpaksa mengalihkan rute pesawat untuk menghindari wilayah udara sensitif.