Rabu, 11 Maret 2026

Berita Internasional

Perang Iran dan Amerika Memukul Industri Pariwisata, Dampaknya Rp9,4 Triliun per Hari Hangus

Ketegangan geopolitik yang melibatkan Iran mulai mengguncang industri perjalanan dan pariwisata global.

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Perang Iran dan Amerika Memukul Industri Pariwisata, Dampaknya Rp9,4 Triliun per Hari Hangus
onlyyouqj/freepik
MASKAPAI BARU - Ilustrasi pesawat. 

Gangguan ini juga berdampak pada rute jarak jauh antara Eropa dan Australia yang biasanya menggunakan bandara hub di kawasan Teluk sebagai titik transit utama.

Maskapai melaporkan berbagai dampak operasional seperti:

  • pengalihan rute penerbangan
  • waktu tempuh yang lebih lama
  • konsumsi bahan bakar meningkat
  • biaya operasional yang lebih tinggi

Efek domino dari gangguan ini juga dirasakan oleh bandara, jadwal pesawat, rotasi kru, hingga perjalanan penumpang di seluruh dunia.

Pariwisata Mulai Kehilangan Miliaran Dolar

Sebelum konflik meningkat, WTTC memprediksi tahun 2026 akan menjadi tahun yang kuat bagi pariwisata Timur Tengah.

Belanja wisatawan internasional di kawasan ini diperkirakan mencapai sekitar 207 miliar dolar AS.

Namun dengan kerugian yang kini mencapai sekitar 600 juta dolar per hari, gangguan singkat saja bisa menghapus miliaran dolar aktivitas ekonomi.

Kerugian ini tidak hanya dirasakan maskapai, tetapi juga seluruh ekosistem pariwisata, termasuk:

  • hotel dan resor
  • operator tur
  • perusahaan rental mobil
  • kapal pesiar
  • restoran
  • bisnis wisata lokal

Bagi destinasi yang sangat bergantung pada wisatawan internasional, kondisi ini bisa berdampak langsung pada lapangan kerja dan stabilitas ekonomi.

Industri Pariwisata Selalu Terpukul Lebih Dulu

Presiden dan CEO WTTC, Gloria Guevara, mengatakan sektor pariwisata memang biasanya menjadi industri pertama yang merasakan dampak dari ketegangan geopolitik.

“Pariwisata sering menjadi sektor pertama yang terdampak konflik geopolitik, tetapi juga salah satu yang paling tangguh untuk pulih,” kata Guevara.

Ia menjelaskan bahwa belanja wisatawan internasional di Timur Tengah rata-rata mencapai 600 juta dolar per hari, sehingga gangguan singkat sekalipun bisa segera menimbulkan kerugian ekonomi besar bagi destinasi, pelaku usaha, dan pekerja di sektor tersebut.

Meski demikian, ia menilai industri perjalanan global memiliki kemampuan kuat untuk pulih setelah krisis keamanan.

Dampak Ekonomi Bisa Meluas

Gangguan penerbangan ini juga terjadi bersamaan dengan meningkatnya kekhawatiran terhadap pasar energi global.

Ketegangan di sekitar Strait of Hormuz menjadi perhatian utama karena sekitar 20 persen pengiriman minyak dunia melewati jalur laut tersebut.

Jika jalur ini terganggu, harga minyak global berpotensi melonjak. Bagi maskapai penerbangan, kenaikan harga bahan bakar merupakan salah satu faktor biaya terbesar.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Rabu, 11 Maret 2026 (21 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:30
Subuh 04:40
Zhuhr 12:01
‘Ashr 15:08
Maghrib 18:04
‘Isya’ 19:12

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved