Berita Internasional
Perang Iran dan Amerika Memukul Industri Pariwisata, Dampaknya Rp9,4 Triliun per Hari Hangus
Ketegangan geopolitik yang melibatkan Iran mulai mengguncang industri perjalanan dan pariwisata global.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ilustrasi-pesawat-99999.jpg)
Gangguan ini juga berdampak pada rute jarak jauh antara Eropa dan Australia yang biasanya menggunakan bandara hub di kawasan Teluk sebagai titik transit utama.
Maskapai melaporkan berbagai dampak operasional seperti:
- pengalihan rute penerbangan
- waktu tempuh yang lebih lama
- konsumsi bahan bakar meningkat
- biaya operasional yang lebih tinggi
Efek domino dari gangguan ini juga dirasakan oleh bandara, jadwal pesawat, rotasi kru, hingga perjalanan penumpang di seluruh dunia.
Pariwisata Mulai Kehilangan Miliaran Dolar
Sebelum konflik meningkat, WTTC memprediksi tahun 2026 akan menjadi tahun yang kuat bagi pariwisata Timur Tengah.
Belanja wisatawan internasional di kawasan ini diperkirakan mencapai sekitar 207 miliar dolar AS.
Namun dengan kerugian yang kini mencapai sekitar 600 juta dolar per hari, gangguan singkat saja bisa menghapus miliaran dolar aktivitas ekonomi.
Kerugian ini tidak hanya dirasakan maskapai, tetapi juga seluruh ekosistem pariwisata, termasuk:
- hotel dan resor
- operator tur
- perusahaan rental mobil
- kapal pesiar
- restoran
- bisnis wisata lokal
Bagi destinasi yang sangat bergantung pada wisatawan internasional, kondisi ini bisa berdampak langsung pada lapangan kerja dan stabilitas ekonomi.
Industri Pariwisata Selalu Terpukul Lebih Dulu
Presiden dan CEO WTTC, Gloria Guevara, mengatakan sektor pariwisata memang biasanya menjadi industri pertama yang merasakan dampak dari ketegangan geopolitik.
“Pariwisata sering menjadi sektor pertama yang terdampak konflik geopolitik, tetapi juga salah satu yang paling tangguh untuk pulih,” kata Guevara.
Ia menjelaskan bahwa belanja wisatawan internasional di Timur Tengah rata-rata mencapai 600 juta dolar per hari, sehingga gangguan singkat sekalipun bisa segera menimbulkan kerugian ekonomi besar bagi destinasi, pelaku usaha, dan pekerja di sektor tersebut.
Meski demikian, ia menilai industri perjalanan global memiliki kemampuan kuat untuk pulih setelah krisis keamanan.
Dampak Ekonomi Bisa Meluas
Gangguan penerbangan ini juga terjadi bersamaan dengan meningkatnya kekhawatiran terhadap pasar energi global.
Ketegangan di sekitar Strait of Hormuz menjadi perhatian utama karena sekitar 20 persen pengiriman minyak dunia melewati jalur laut tersebut.
Jika jalur ini terganggu, harga minyak global berpotensi melonjak. Bagi maskapai penerbangan, kenaikan harga bahan bakar merupakan salah satu faktor biaya terbesar.