Berita Internasional
Serangan Drone Iran Tewaskan Tentara Amerika, Washington Curiga Ada Bantuan Intelijen Rusia
Amerika Serikat menuding Rusia memberikan informasi intelijen kepada Iran mengenai lokasi pasukan militer AS di Timur Tengah, termasuk posisi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PANGAKALAN-MILITER-Kerusakan-pada-bangunan-di-pangkalan.jpg)
Ringkasan Berita:
- Amerika Serikat meyakini Rusia memberikan informasi intelijen kepada Iran mengenai lokasi pasukan Amerika di Timur Tengah.
- Data tersebut dikhawatirkan memungkinkan Iran menargetkan pasukan AS dengan rudal balistik dan drone.
- Meski demikian, Gedung Putih menyatakan operasi militer Amerika tetap unggul meski konflik telah menewaskan sejumlah tentara AS.
TRIBUNGORONTALO.COM — Amerika Serikat menuding Rusia memberikan informasi intelijen kepada Iran mengenai lokasi pasukan militer AS di Timur Tengah, termasuk posisi pesawat tempur dan kapal perang.
Informasi tersebut disebut dapat meningkatkan kemampuan Iran dalam menargetkan pasukan Amerika menggunakan rudal balistik maupun drone.
Dua sumber yang mengetahui laporan intelijen AS mengatakan dugaan bantuan Rusia itu sangat mengkhawatirkan karena dapat membuka peluang bagi Iran menyerang target Amerika secara lebih presisi.
Baca juga: Puasa Tetap Segar: Atur Pola Minum dan Makanan Agar Tubuh Terhidrasi
Laporan ini pertama kali diungkap oleh The Washington Post.
Seorang pejabat intelijen Amerika mengonfirmasi bahwa Washington memang meyakini Rusia membagikan informasi kepada Teheran.
Namun pejabat tersebut tidak menjelaskan secara rinci jenis data militer apa saja yang dibagikan.
Di tengah meningkatnya ketegangan itu, Gedung Putih tidak secara langsung membantah laporan tersebut.
Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menegaskan bahwa dugaan dukungan Rusia tidak mempengaruhi jalannya operasi militer Amerika di kawasan.
“Hal itu jelas tidak membuat perbedaan dalam operasi militer di Iran karena kami benar-benar menghancurkan mereka,” kata Leavitt kepada wartawan, Jumat.
Menurut Leavitt, militer AS saat ini terus mencapai berbagai target operasi.
Ia menyebut sekitar 30 kapal milik Iran telah dihancurkan dan kemampuan negara tersebut untuk meluncurkan rudal balistik telah mengalami kerusakan serius.
“Dan itu akan terus berlanjut karena militer Amerika Serikat adalah kekuatan tempur paling kuat dan paling mematikan di dunia,” ujarnya.
Baca juga: Daftar 5 Bansos Cair Bulan Maret 2026, Mulai PKH hingga Beras 10 Kg, Cek NIK KTP Anda Sekarang!
Namun konflik tersebut juga menimbulkan korban di pihak Amerika.
Pentagon menyatakan enam tentara AS tewas pada 1 Maret setelah sebuah drone Iran menyerang pangkalan militer di Kuwait yang menampung pasukan Amerika.