Kamis, 12 Maret 2026

Berita Internasional

Harga Minyak Tembus 101 Dolar, AS Keluarkan Cadangan Darurat

Pemerintah Amerika Serikat mengumumkan akan melepas 172 juta barel minyak dari cadangan strategis nasional mulai pekan depan,

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Harga Minyak Tembus 101 Dolar, AS Keluarkan Cadangan Darurat
TribunGorontalo.com
Foto: Produksi minyak dan gas bumi PT Pertamina Hulu Energi (PHE). (Dok. PHE) 
Ringkasan Berita:
  • Amerika Serikat akan melepas 172 juta barel minyak dari cadangan strategis untuk menstabilkan pasar energi global di tengah perang dengan Iran. 
  • Langkah ini merupakan bagian dari keputusan bersama negara anggota International Energy Agency yang sepakat melepas total 400 juta barel minyak dari cadangan darurat. 
  • Meski demikian, harga minyak dunia tetap melonjak di atas 100 dolar per barel akibat gangguan pengiriman melalui Strait of Hormuz.

 

TRIBUNGORONTALO.COM - Pemerintah Amerika Serikat mengumumkan akan melepas 172 juta barel minyak dari cadangan strategis nasional mulai pekan depan, di tengah konflik yang terus berlangsung dengan Iran.

Pengumuman tersebut disampaikan Departemen Energi AS pada Rabu.

Menteri Energi Chris Wright mengatakan langkah ini merupakan bagian dari keputusan bersama negara anggota International Energy Agency untuk meredam lonjakan harga energi global.

“Sebanyak 32 negara anggota IEA secara bulat menyetujui permintaan Presiden Donald Trump untuk menurunkan harga energi melalui pelepasan terkoordinasi sebesar 400 juta barel minyak dan produk olahan dari cadangan masing-masing negara,” ujar Wright dalam pernyataannya.

Keputusan ini diambil setelah konflik di Timur Tengah mengganggu jalur pengiriman minyak melalui Strait of Hormuz, jalur laut strategis yang biasanya dilalui sekitar 20 juta barel minyak setiap hari atau sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia.

Gangguan di jalur tersebut memicu kekhawatiran akan kekurangan pasokan dan lonjakan harga energi global.

Wright menegaskan bahwa kebijakan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah Amerika Serikat untuk menjaga keamanan energi nasional melalui pengelolaan cadangan minyak strategis secara bertanggung jawab.

Baca juga: Iran Tegaskan Kuasai Selat Hormuz, Kapal Amerika dan Sekutu Dilarang Melintas

Ia juga menyebut bahwa Amerika Serikat berencana mengisi kembali cadangan minyak tersebut dalam waktu sekitar satu tahun dengan sekitar 200 juta barel minyak, jumlah yang sekitar 20 persen lebih banyak dibandingkan volume yang akan dilepas.

Menurut Wright, langkah itu tidak akan membebani pembayar pajak di Amerika Serikat.

“Selama 47 tahun Iran dan proksi terorisnya berupaya menyerang warga Amerika. Mereka juga telah memanipulasi serta mengancam keamanan energi Amerika dan sekutunya,” kata Wright.

Departemen Energi AS menyebut bahwa setelah proses pelepasan dimulai pekan depan, distribusi minyak dari cadangan strategis akan berlangsung selama sekitar 120 hari sesuai dengan kapasitas pengeluaran yang direncanakan.

Baca juga: Serangan Drone Iran Guncang Dubai hingga Bahrain, PBB Minta Dihentikan

Meski langkah besar tersebut telah diumumkan, pasar energi global masih bergejolak. Harga minyak mentah Brent Crude tercatat naik di atas 101 dolar per barel pada Kamis.

Lonjakan tersebut terjadi meskipun negara-negara anggota IEA telah sepakat melakukan pelepasan cadangan minyak terbesar dalam sejarah lembaga tersebut.

Kenaikan harga dipicu kekhawatiran pasar bahwa konflik yang berkepanjangan dapat terus mengganggu jalur pengiriman minyak global, terutama melalui Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan energi dunia. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Kamis, 12 Maret 2026 (22 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:30
Subuh 04:40
Zhuhr 12:01
‘Ashr 15:07
Maghrib 18:04
‘Isya’ 19:12

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved