Berita Internasional
Trump Klaim Serangan Udara Besar-besaran AS Hancurkan Target Militer Iran di Pulau Kharg
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim militer AS telah melancarkan serangan udara besar-besaran ke Pulau Kharg milik Iran
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PERANG-Pulau-Kharg-adalah-sebuah-pulau-kecil-milik-Iran.jpg)
Ringkasan Berita:
- Presiden AS Donald Trump mengklaim militer Amerika melancarkan serangan udara besar-besaran yang menghancurkan target militer Iran di Pulau Kharg.
- Operasi yang dilakukan United States Central Command disebut sebagai salah satu pemboman paling kuat di kawasan Timur Tengah.
- Meski tidak menyerang fasilitas minyak, Trump memperingatkan Iran agar tidak mengganggu jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz.
TRIBUNGORONTALO.COM – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim militer AS telah melancarkan serangan udara besar-besaran ke Pulau Kharg milik Iran dan menghancurkan seluruh target militer di wilayah tersebut.
Trump mengatakan operasi tersebut diperintahkan langsung olehnya dan dilaksanakan oleh United States Central Command (CENTCOM).
Ia menyebut serangan itu sebagai salah satu operasi pemboman paling kuat yang pernah terjadi di kawasan Timur Tengah.
Melalui unggahan di platform media sosial Truth Social pada Jumat, Trump menulis bahwa serangan tersebut “sepenuhnya memusnahkan setiap target militer” di Pulau Kharg, yang ia sebut sebagai “permata mahkota” milik Iran.
Baca juga: Lowongan Kerja BUMN Maret 2026: PT Agrinas Palma Nusantara Buka 2 Posisi, Lulusan D3-S1 Bisa Daftar
Pulau Kharg sendiri merupakan pulau kecil yang terletak di Teluk Persia dan memiliki peran sangat penting bagi ekonomi Iran.
Pulau ini menjadi pusat utama ekspor minyak negara tersebut ke pasar internasional.
Meski demikian, Trump mengklaim militer AS secara sengaja tidak menyerang infrastruktur minyak di pulau tersebut. Ia menyebut keputusan itu diambil atas pertimbangan tertentu, meski membuka kemungkinan sikap tersebut bisa berubah.
“Senjata kami adalah yang paling kuat dan paling canggih yang pernah dikenal dunia, tetapi karena alasan kepantasan, saya memilih untuk tidak menghancurkan infrastruktur minyak di pulau itu,” tulis Trump.
Trump juga mengeluarkan peringatan keras terkait potensi gangguan terhadap jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz, yang merupakan salah satu jalur perdagangan minyak terpenting di dunia.
Ia menegaskan jika Iran atau pihak lain mencoba mengganggu kebebasan dan keamanan pelayaran di Selat Hormuz, maka ia akan segera mempertimbangkan kembali keputusan untuk tidak menyerang fasilitas minyak tersebut.
Sementara itu, laporan menyebut Trump kini tengah mempertimbangkan kemungkinan pengerahan pasukan khusus Amerika Serikat untuk merebut fasilitas minyak vital di Pulau Kharg dalam sebuah operasi yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Namun sebelumnya pada awal pekan ini, Trump sempat menyatakan bahwa mengambil alih depot bahan bakar di pulau tersebut bukanlah prioritas utama bagi Amerika Serikat saat ini.(*)