Berita Internasional
55 Tentara Venezuela dan Kuba Tewas dalam Operasi AS Culik Nicolas Maduro, Trump Akui Banyak Korban
Operasi militer Amerika Serikat untuk menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro menelan korban besar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PENCULIKAN-Asap-terlihat-membubung-dari-bandara-La-Carlota-setelah.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM — Operasi militer Amerika Serikat untuk menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro menelan korban besar.
Sedikitnya 55 personel militer Venezuela dan Kuba tewas dalam serangan yang berlangsung cepat dan brutal, berdasarkan data resmi yang dirilis Caracas dan Havana.
Ini menjadi konfirmasi pertama kerugian dari pihak Venezuela. Militer negara tersebut menyatakan 23 anggotanya tewas dalam serangan AS yang berujung pada penangkapan paksa Maduro dan istrinya, Cilia Flores.
Hingga kini, pemerintah Venezuela belum mengumumkan jumlah korban sipil.
Sementara itu, Kuba melaporkan 32 personel militernya gugur, terdiri dari anggota angkatan bersenjata dan aparat Kementerian Dalam Negeri yang ditugaskan di Caracas.
Para korban berusia antara 26 hingga 67 tahun, termasuk dua kolonel dan satu letnan kolonel.
Menteri Pertahanan Venezuela, Vladimir Padrino Lopez, menyebut banyak tentara Kuba yang tewas merupakan bagian dari pasukan pengamanan inti Maduro, yang disebutnya “hampir dilenyapkan” dalam serangan tersebut.
Trump: Operasi Brilian, Banyak yang Tewas
Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka mengakui banyak korban jiwa dalam operasi itu.
Dalam pidatonya di sebuah acara Partai Republik, Trump menyebut operasi tersebut sebagai langkah militer yang “brilian secara taktis”.
“Banyak sekali orang tewas. Sayangnya, itu terjadi. Tentara, sebagian besar dari Kuba, tapi sangat banyak yang terbunuh. Mereka tahu kami akan datang,” ujar Trump.
Serangan dimulai dengan pemboman target militer, lalu ditutup dengan pendaratan pasukan khusus AS menggunakan helikopter yang menculik Maduro dan istrinya dari kediaman mereka.
Maduro kemudian dibawa ke Amerika Serikat dan menyatakan tidak bersalah atas dakwaan perdagangan narkoba dan sejumlah tuduhan lainnya di pengadilan New York.
Delcy Rodriguez Resmi Jadi Presiden Sementara
Beberapa jam setelah Maduro menjalani sidang, mantan wakil presiden Delcy Rodriguez dilantik sebagai presiden sementara Venezuela.
Namun, legitimasi dan masa depan kepemimpinannya langsung dipertanyakan. Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum mendesak AS memastikan Maduro mendapatkan pengadilan yang adil.
Di tingkat global, Dewan Keamanan PBB menggelar pertemuan darurat dan melontarkan kritik keras terhadap AS. Sejumlah negara menilai operasi tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional dan Piagam PBB.
| Negara-negara Di Dunia Cuek saat Trump Minta Bantuan Kirim Kapal ke Selat Hormuz |
|
|---|
| Iran Klaim Serang Pusat Data Amazon dan Pangkalan Udara AS di Bahrain |
|
|---|
| Trump Minta Dunia Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz, Banyak Negara Pilih Diam |
|
|---|
| Trump Klaim Serangan Udara Besar-besaran AS Hancurkan Target Militer Iran di Pulau Kharg |
|
|---|
| Enam Kru Militer Amerika Meninggal dalam Kecelakaan Pesawat KC-135 di Irak Barat |
|
|---|