Sejarah dan Budaya
Menelusuri Sejarah Empat Kerajaan di Paguat Gorontalo, Bukti-bukti Masih Dicari
Ia mengatakan bahwa Paguat memiliki kisah tertua dari semua kecamatan yang berada di Kabupaten Pohuwato.
Penulis: Rahman Halid | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/2212024_Benda-benda-peninggalan-dari-4-kerajaan-Paguat.jpg)
Bagian Selatan Ti Bubohu yang kini Kelurahan Pentadu.
Bagian Barat Milango Lo Taluhu yakni Marisa sekarang dan telah menjadi satu Kecamatan.
4 raja ini masing -masing memiliki keahlian.
Raja Soginti bernama Dai Sambarane memiliki ketrampilan sebagai tukang, ahli membuat rumah dan perabotan.
Raja Sipayo bernama Papasinge terampil sebagai Mubaligh dan ahli Agama.
Raja Bunuyo bernama Kasimu sebagai tukang besi. Pandai membuat tombak, pedang dan badik (poddupawa).
Raja Siduan bernama Pudii ahli pengobatan (tiduwa) dan membuat alat tangkap ikan (jala). (*)
empat kerajaan Paguat
Gorontalo
Paguat
Yusuf Zaid
Putri Owutango
Kerajaan Palasa
Tudii
Papasinge
Dai Sambarane
Kasimu
| Jejak Islam di Gorontalo, Masjid Sabilulhuda ‘Boki Owutango’ Berdiri Sejak 1525 |
|
|---|
| Sejarah Masjid Hunto Sultan Amai Gorontalo, Dibangun Sebagai Mahar Raja |
|
|---|
| Usai Temukan Jejak Leluhur di Gorontalo, 2 Turis Asal Belanda Akan Temui Keturunan yang Masih Hidup |
|
|---|
| 2 WNA Belanda Cari Keluarganya di Gorontalo, Modal Foto Temukan Rumah dan Makam Kakek Nenek |
|
|---|
| Benda Sejarah Gorontalo Mulai Dipulangkan dari Manado, Termasuk Tengkorak Manusia Oluhuta |
|
|---|