Sejarah dan Budaya Gorontalo
Jejak Islam di Gorontalo, Masjid Sabilulhuda ‘Boki Owutango’ Berdiri Sejak 1525
Masjid Besar Sabilulhuda ‘Boki Owutango’ berdiri di persimpangan Jalan Raja Eyato, Jalan Samudera Pasai
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-Masjid-Sabilulhuda-Boki-Owutango.jpg)
Ringkasan Berita:
- Masjid Besar Sabilulhuda ‘Boki Owutango’ diyakini berdiri sejak tahun 1525 Masehi (946 Hijriah)
- Masjid ini terkait erat dengan Boki Owutango, putri Kerajaan Tamalate yang membangun masjid sebagai pusat pemerintahan
- Ia kemudian menikah dengan Sultan Amay, dengan syarat Sultan dan pengikutnya memeluk Islam serta mendirikan masjid sebagai mahar
TRIBUNGORONTALO.COM – Masjid Besar Sabilulhuda ‘Boki Owutango’ berdiri di persimpangan Jalan Raja Eyato, Jalan Samudera Pasai, dan Jalan Kutai, Kelurahan Tamalate, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
Dari luar, bangunannya tampak kokoh dengan sentuhan arsitektur klasik yang masih dipertahankan. Namun, di balik itu tersimpan kisah panjang tentang awal masuknya Islam di Gorontalo.
Ketua Takmirul Masjid Besar Sabilulhuda ‘Boki Owutango’, Rustam Yahya, menyebut masjid ini memiliki akar sejarah yang sangat tua.
“Masjid Sabilulhuda ‘Boki Owutango’ termasuk salah satu masjid tertua di Gorontalo. Ia didirikan pada 1525 Masehi atau 946 Hijriah,” ujarnya kepada TribunGorontalo.com, Minggu (1/3/2026).
Menurut Rustam, penetapan tahun tersebut bukan sekadar cerita turun-temurun. Ada bukti autentik yang ditemukan saat renovasi masjid.
Dahulu, masyarakat sekitar belum mengetahui secara pasti kapan masjid itu berdiri. Namun, ketika dilakukan pembongkaran bagian atap saat renovasi, ditemukan petunjuk penting.
“Ketika pekerja membongkar bagian atas atap, ditemukan semacam payung kayu,” ungkapnya.
Payung kayu tersebut disebut sebagai satu-satunya yang ada di Gorontalo. Pada ukiran kayu itu tertera tahun pembangunan masjid.
Awalnya, masjid ini hanya bernama Masjid Besar Sabilulhuda. Nama ‘Boki Owutango’ baru disematkan kemudian, seiring penguatan kisah sejarah yang berkembang di masyarakat.
Rustam menuturkan, Tamalate dahulu merupakan sebuah kerajaan.
“Kerajaan Tamalate berada di bawah kekuasaan Kerajaan Gowa, Makassar,” jelasnya.
Kata Tamalate sendiri berarti “tidak luntur”. Dalam perjalanan sejarah, wilayah ini kemudian beralih ke kekuasaan Kerajaan Ternate.
Saat berada di bawah Ternate, diutuslah seorang putri untuk memimpin Tamalate.
“Putri itu bernama Boki Owutango, anak dari Ogoh Mojoloh, Raja Palasa,” terangnya.
| Sejarah Masjid Hunto Sultan Amai Gorontalo, Dibangun Sebagai Mahar Raja |
|
|---|
| Usai Temukan Jejak Leluhur di Gorontalo, 2 Turis Asal Belanda Akan Temui Keturunan yang Masih Hidup |
|
|---|
| 2 WNA Belanda Cari Keluarganya di Gorontalo, Modal Foto Temukan Rumah dan Makam Kakek Nenek |
|
|---|
| 22 Istilah Adat Gorontalo yang Perlu Dikenal Generasi Muda |
|
|---|
| Sejarah Unik Isimu: Pernah Jadi Ibu Kota Kabupaten Gorontalo, Begini Perjalanan Wilayahnya |
|
|---|