Jumat, 1 Mei 2026

Sejarah dan Budaya Gorontalo

Jejak Islam di Gorontalo, Masjid Sabilulhuda ‘Boki Owutango’ Berdiri Sejak 1525

Masjid Besar Sabilulhuda ‘Boki Owutango’ berdiri di persimpangan Jalan Raja Eyato, Jalan Samudera Pasai

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Jejak Islam di Gorontalo, Masjid Sabilulhuda ‘Boki Owutango’ Berdiri Sejak 1525
TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu
MASJID TERTUA -- Potret Masjid Sabilulhuda 'Boki Owutango' Kelurahan Tamalate, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Minggu (1/3/2026). Masid Sabilulhuda menjadi salah satu masjid tertua di Gorontalo. 

Ringkasan Berita:
  • Masjid Besar Sabilulhuda ‘Boki Owutango’ diyakini berdiri sejak tahun 1525 Masehi (946 Hijriah)
  • Masjid ini terkait erat dengan Boki Owutango, putri Kerajaan Tamalate yang membangun masjid sebagai pusat pemerintahan
  • Ia kemudian menikah dengan Sultan Amay, dengan syarat Sultan dan pengikutnya memeluk Islam serta mendirikan masjid sebagai mahar

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Masjid Besar Sabilulhuda ‘Boki Owutango’ berdiri di persimpangan Jalan Raja Eyato, Jalan Samudera Pasai, dan Jalan Kutai, Kelurahan Tamalate, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo.

Dari luar, bangunannya tampak kokoh dengan sentuhan arsitektur klasik yang masih dipertahankan. Namun, di balik itu tersimpan kisah panjang tentang awal masuknya Islam di Gorontalo.

Ketua Takmirul Masjid Besar Sabilulhuda ‘Boki Owutango’, Rustam Yahya, menyebut masjid ini memiliki akar sejarah yang sangat tua.

“Masjid Sabilulhuda ‘Boki Owutango’ termasuk salah satu masjid tertua di Gorontalo. Ia didirikan pada 1525 Masehi atau 946 Hijriah,” ujarnya kepada TribunGorontalo.com, Minggu (1/3/2026).

Menurut Rustam, penetapan tahun tersebut bukan sekadar cerita turun-temurun. Ada bukti autentik yang ditemukan saat renovasi masjid.

Dahulu, masyarakat sekitar belum mengetahui secara pasti kapan masjid itu berdiri. Namun, ketika dilakukan pembongkaran bagian atap saat renovasi, ditemukan petunjuk penting.

“Ketika pekerja membongkar bagian atas atap, ditemukan semacam payung kayu,” ungkapnya.

Payung kayu tersebut disebut sebagai satu-satunya yang ada di Gorontalo. Pada ukiran kayu itu tertera tahun pembangunan masjid.

Awalnya, masjid ini hanya bernama Masjid Besar Sabilulhuda. Nama ‘Boki Owutango’ baru disematkan kemudian, seiring penguatan kisah sejarah yang berkembang di masyarakat.

Rustam menuturkan, Tamalate dahulu merupakan sebuah kerajaan.

“Kerajaan Tamalate berada di bawah kekuasaan Kerajaan Gowa, Makassar,” jelasnya.

Kata Tamalate sendiri berarti “tidak luntur”. Dalam perjalanan sejarah, wilayah ini kemudian beralih ke kekuasaan Kerajaan Ternate.

Saat berada di bawah Ternate, diutuslah seorang putri untuk memimpin Tamalate.

“Putri itu bernama Boki Owutango, anak dari Ogoh Mojoloh, Raja Palasa,” terangnya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved