Selasa, 10 Maret 2026

Sejarah dan Budaya Gorontalo

Sejarah Unik Isimu: Pernah Jadi Ibu Kota Kabupaten Gorontalo, Begini Perjalanan Wilayahnya

Tak banyak yang tahu, bahwa jauh sebelum Limboto menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Gorontalo seperti saat ini, sebuah daerah kecil bernama Isimu p

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Sejarah Unik Isimu: Pernah Jadi Ibu Kota Kabupaten Gorontalo, Begini Perjalanan Wilayahnya
Google Maps
TUGU TANI ISIMU - Tugu ini berada di jantung Isimu, menjadi pertemuan tiga ruas penting, jalan menuju Palu Sulawesi Tengah, Manado Sulawesi Utara dan Kota Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Isimu – Tak banyak yang tahu, bahwa jauh sebelum Limboto menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Gorontalo seperti saat ini, sebuah daerah kecil bernama Isimu pernah menyandang status sebagai ibu kota.

Di sinilah jejak sejarah administrasi pemerintahan Gorontalo modern bermula, menandai babak baru dalam perjalanan daerah setelah Indonesia merdeka.

Pasca Proklamasi 17 Agustus 1945, pembentukan wilayah administratif Indonesia terus disusun.

Undang-Undang Nomor 44 Tahun 1946 menetapkan Sulawesi sebagai sebuah provinsi yang berpusat di Ujung Pandang (sekarang Makassar).

Daerah-daerah swapraja menjadi bagian dari struktur pemerintahan baru, termasuk wilayah yang kini dikenal sebagai Gorontalo.

Namun, stabilitas politik nasional yang masih bergejolak pada masa Orde Lama membuat perkembangan daerah berjalan lambat.

Baru pada tahun 1959, lahirlah tonggak penting dalam sejarah Gorontalo.

Dengan dikeluarkannya Undang-Undang Nomor 29 Tahun 1959, terbentuklah Kabupaten Daerah Tingkat II (Dati II) Gorontalo, dengan Isimu sebagai ibukota pertamanya.

Bupati pertama yang memimpin kabupaten ini adalah H. Ahmad Ali Wahab, seorang tokoh pejuang dan birokrat yang kemudian dikenang sebagai pelopor birokrasi lokal.

Di masa ini, wilayah Kabupaten Gorontalo membentang luas, bahkan meliputi kawasan yang kini menjadi Kabupaten Boalemo dan Kabupaten Pohuwato, yang saat itu masih berstatus Kewedanan Boalemo.

Tak hanya itu, perkembangan administrasi juga mulai tampak ketika pada tahun 1960, Provinsi Sulawesi kemudian dimekarkan menjadi Provinsi Sulawesi Utara-Tengah dengan ibu kota di Manado.

Di masa ini, Kabupaten Gorontalo juga melahirkan satu kotapraja yang berdiri sendiri, yakni Kota Praja Gorontalo, yang kini dikenal sebagai Kota Gorontalo, dengan Walikota pertamanya Atje Slamet.

Pada tahun-tahun berikutnya, struktur pemerintahan semakin mapan.

Wilayah Kabupaten Dati II Gorontalo hingga menjelang reformasi terdiri dari 16 kecamatan besar, antara lain: Telaga, Limboto, Tibawa, Paguyaman, Tilamuta, Paguat, Marisa, Popayato, Batudaa, Kwandang, Atinggola, Sumalata, Bone Pantai, Tapa, Kabila, dan Suwawa.

Namun pada tahun 1978, seiring dengan dinamika pembangunan dan pertimbangan geografis, ibukota kabupaten dipindahkan dari Isimu ke Limboto.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved