Jumat, 27 Maret 2026

Kecelakaan Maut Minsel

Sopir Gorontalo 'Baku Panas' di Jalanan Sulut Berujung Tragedi Maut, Teguran Penumpang Diacuhkan

Aksi "baku panas" antarsopir mobil penumpang di jalur Trans Sulawesi, Sulawesi Utara, berujung tragedi maut. 

Tayang:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Sopir Gorontalo 'Baku Panas' di Jalanan Sulut Berujung Tragedi Maut, Teguran Penumpang Diacuhkan
TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga
KECELAKAAN MAUT — Farida Walangadi (ibu Fanny Anelsia Mustaki) bersama Reza Mustaki (adik Fanny) saat diwawancarai wartawan pada Selasa (17/3/2026). (Sumber foto: TribunGorontalo.com/Jefri Potabuga) 

Ringkasan Berita:
  • Kecelakaan maut di Minahasa Selatan ini dipicu oleh aksi "baku panas" atau saling kejar antara sopir mobil penumpang dengan kendaraan dari PO lain akibat emosi yang tidak terkendali
  • Saat mencoba menyalip di kecepatan tinggi, sopir membanting setir ke kanan untuk menghindari motor dari arah berlawanan, hingga akhirnya mobil terguling dan menghantam bangunan
  • Insiden ini mengakibatkan dua kakak beradik asal Gorontalo meninggal dunia di lokasi, pihak PO Garuda membantah kericuhan di kantor mereka

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Aksi "baku panas" antarsopir mobil penumpang di jalur Trans Sulawesi, Sulawesi Utara, berujung tragedi maut. 

Tabrakan antarkendaraan terjadi di Desa Sapa, Kecamatan Tenga, Kabupaten Minahasa Selatan ini mengungkap fakta memilukan mengenai perilaku berkendara oknum sopir PO. 

Berdasarkan kesaksian penumpang selamat, kecelakaan maut yang menewaskan kakak beradik asal Gorontalo tersebut dipicu oleh emosi yang tidak terkendali di balik kemudi.

Keluarga korban, Reza Mustaki (32), membeberkan kronologi yang dihimpun dari saksi kunci di lokasi kejadian.

Menurutnya, situasi di dalam mobil awalnya kondusif, namun berubah mencekam saat sopir mulai terlibat persaingan dengan kendaraan lain dari perusahaan otobus (PO) yang berbeda.

"Dalam perjalanan terjadi saling baku panas antara sopir. Terjadi kejar-mengejar," ungkap Reza saat diwawancarai TribunGorontalo.com, Selasa (17/3/2026).

Ironisnya, seorang penumpang yang duduk di kursi depan sudah menyadari bahaya tersebut. Saksi sempat meminta sopir untuk menurunkan kecepatan dan mengingatkan bahwa ada penumpang lain yang sedang tertidur di belakang.

“Saksi sempat bilang ke sopir untuk pelan-pelan saja, karena ada penumpang yang tidur. Tapi situasi di jalan mereka sudah saling memanasi,” tambah Reza.

Baca juga: Keluarga Fanny dan Yessi Mustaki di Gorontalo Buka Opsi Jalur Hukum: Supaya Tidak Ada Lagi Korban

Detik-detik Hilang Kendali

KECELAKAAN MAUT -- Kolase foto kondisi mobil pikap yang mengalami kecelakaan di Desa Popalo, Kabupaten Gorontalo Utara. Polres Gorontalo Utara mengungkap dugaan penyebab kecelakaan.
KECELAKAAN MAUT -- Kolase foto kondisi mobil pikap yang mengalami kecelakaan di Desa Popalo, Kabupaten Gorontalo Utara. Polres Gorontalo Utara mengungkap dugaan penyebab kecelakaan. (TribunGorontalo.com/Tangkapan layar FB)

Ketegangan mencapai puncaknya saat sopir mencoba menyalip dari sisi kanan. Namun, kendaraan di depannya diduga sengaja menutup jalur dan tidak memberi ruang. Dalam kondisi terjepit dan kecepatan tinggi, muncul sepeda motor dari arah berlawanan.

Panik, sopir membanting setir ke kanan secara ekstrem untuk menghindari tabrakan adu banteng dengan motor. Nahas, manuver tersebut justru membuat mobil keluar jalur, terguling, hingga menghantam pohon dan bangunan rumah makan dengan sangat keras.

Benturan hebat itu menyebabkan dua kakak beradik meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara penumpang lainnya, termasuk sopir Ismail Zees, mengalami luka serius.

Baca juga: Keluarga Fanny dan Yessi Mustaki di Gorontalo Buka Opsi Jalur Hukum: Supaya Tidak Ada Lagi Korban

Pendapat PO Garuda

KECELAKAAN MAUT -- Kantor PO Garuda. Pihak manajemen memberikan keterangan buntut kecelakaan yang menewaskan kakak beradik di Kota Gorontalo.
KECELAKAAN MAUT -- Kantor PO Garuda. Pihak manajemen memberikan keterangan buntut kecelakaan yang menewaskan kakak beradik di Kota Gorontalo. (TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)

Pihak PO Garuda menunjukkan bentuk tanggung jawab dengan mengunjungi rumah duka setelah jenazah korban tiba di Gorontalo. Geovano hadir langsung dalam prosesi takziah hingga pemakaman kedua korban.

“Iya tadi malam (datang), tadi pagi juga saat penguburan,” katanya.

Terkait isu yang beredar mengenai adanya keluarga korban yang mengamuk di kantor PO Garuda, Geovano memberikan bantahan tegas. Ia memastikan situasi di kantor tetap kondusif dan tidak ada aksi anarkis dari pihak keluarga.

“Namun hal itu tidak pernah terjadi,” tegasnya.

Hingga Minggu siang, aktivitas di kantor PO Garuda yang terletak di Jalan Prof. John Ario Katili terpantau masih berjalan normal. Beberapa pelanggan tetap datang untuk mengambil paket atau barang kiriman mereka.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved