Rabu, 18 Maret 2026

Kecelakaan Maut Minsel

Fakta Baru Kecelakaan Maut di Minsel, Sopir Gorontalo Kebut-kebutan hingga Tabrak Pohon

Fakta baru kecelakaan maut di Desa Sapa, Kecamatan Tenga, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, diungkap keluarga korban.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab

Ringkasan Berita:
  • Kecelakaan diduga kuat dipicu oleh aksi saling balap dan "baku panas" antara sopir mobil penumpang (PO Garuda) dengan sopir bus dari perusahaan lain di jalur Trans Sulawesi
  • Sebelum kejadian, penumpang di kursi depan sempat menegur sopir agar melambat karena ada penumpang lain yang sedang tidur
  • Saat mencoba menyalip namun tidak diberi ruang oleh kendaraan lain, sopir membanting setir ke kanan untuk menghindari motor dari arah berlawanan

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Fakta baru kecelakaan maut di Desa Sapa, Kecamatan Tenga, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, diungkap keluarga korban.

Insiden tragis ini diduga dipicu aksi kejar-kejaran antar sopir mobil penumpang di jalan Trans Sulawesi.

Adik bungsu almarhumah Fanny Anelsia Mustaki, Reza Mustaki (32), mengungkapkan kronologi kejadian berdasarkan keterangan salah satu penumpang yang selamat. 

Ia menyebut, sebelum kecelakaan terjadi, situasi di dalam mobil sebenarnya berjalan normal. Dalam perjalanan kondisi mulai tidak kondusif.

“Kalau dari kesaksian salah satu penumpang yang selamat, kebetulan waktu di rumah sakit Minsel dia menceritakan kronologinya,"ujar Reza saat diwawancarai TribunGorontalo.com, Selasa (17/3/2026).

Namun kondisi berubah saat kendaraan yang ditumpangi korban diduga terlibat persaingan di jalan dengan mobil lain perusahaan otobus (PO). 

Kedua sopir disebut saling kejar dan mencoba saling mendahului.

"Dalam perjalanan terjadi saling baku panas antara sopir. Dan terjadi kejar mengejar," bebernya.

Penumpang (korban selamat) yang berada di kursi depan juga sempat memperingatkan sopir agar mengurangi kecepatan. 

Ia meminta sopir untuk lebih berhati-hati karena ada penumpang yang sedang beristirahat.

“Saksi sempat bilang ke sopir untuk pelan-pelan saja, karena ada penumpang yang tidur. Tapi situasi di jalan mereka sudah saling memanasi,” ungkap Reza.

Ketegangan semakin memuncak saat salah satu kendaraan mencoba menyalip dari sisi kanan. 

Namun upaya tersebut tidak diberi ruang oleh kendaraan Bahkan, jalur disebut sempat ditutup, sehingga sopir kehilangan kendali.

"Ada mobil yang diduga masih teman satu PO ini mau ambil jalan, dia mau lambung tapi tidak dikasih jalan," jelasnya.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Rabu, 18 Maret 2026 (28 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:28
Subuh 04:38
Zhuhr 11:59
‘Ashr 15:01
Maghrib 18:02
‘Isya’ 19:10

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved