Kecelakaan Maut Minsel
Pesan Tak Biasa Fanny Anelsia Mustaki PNS Gorontalo Sebelum Kecelakaan Maut
Sebuah fakta menyedihkan terungkap di balik peristiwa kecelakaan maut yang merenggut nyawa kakak beradik
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-keluarga-dan-kerabat-Fanni-Anelsia-Mustaki-dan-Yessi-Sukersi-Mustaki.jpg)
Ringkasan Berita:
- Fanni Anelsia Mustaki sempat menghubungi pamannya melalui telepon sebelum kecelakaan untuk berpesan agar mobil pribadinya tidak dibawa ke bengkel
- Mobil yang ditumpangi korban mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Trans Sulawesi, Minahasa Selatan, setelah melaju kencang dan hilang kendali hingga menabrak pohon serta bangunan rumah makan.
- Prosesi pemakaman di Kota Gorontalo diwarnai suasana haru, terutama saat adik korban menangis ketika menjadi imam salat jenazah bagi kedua kakaknya
TRIBUNGORONTALO.COM – Sebuah fakta menyedihkan terungkap di balik peristiwa kecelakaan maut yang merenggut nyawa kakak beradik, Fanny Anelsia Mustaki dan Yessi Sukersi Mustaki.
Fanny Anelsia Mustaki ternyata sempat menghubungi pamannya di Gorontalo tepat sebelum insiden terjadi.
Hal tersebut diungkapkan oleh tetangga keluarga korban, Apris Doda, saat ditemui di rumah duka yang terletak di Jalan Pangeran Hidayat, Kelurahan Wongkaditi Barat, Kota Gorontalo.
Apris memberikan keterangan tersebut kepada awak media pada hari Sabtu (14/3/2026) di tengah suasana duka yang menyelimuti kediaman korban.
Menurut keterangan Apris, selama ini korban Fanny dikenal sebagai sosok yang sangat jarang menghubungi pamannya secara langsung melalui telepon.
Biasanya, komunikasi antara mereka lebih sering diinisiasi oleh sang paman terlebih dahulu untuk menanyakan kabar keponakannya tersebut.
Hal ini membuat pesan tak biasa tepat sebelum kecelakaan maut itu menyisakan kenangan mendalam bagi keluarga.
“Selama ini jarang sekali dia telepon omnya. Biasanya omnya yang hubungi dia. Tapi tadi malam dia sendiri yang hubungi,” kata Apris dengan nada sedih.
Pihak keluarga merasakan ada sesuatu yang berbeda dari sikap Fanni yang tiba-tiba berinisiatif menghubungi sang paman tanpa diminta.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, percakapan melalui sambungan telepon tersebut terjadi tidak lama sebelum kecelakaan maut itu berlangsung di Jalan Trans Sulawesi.
Dalam percakapan terakhir itu, Fanni menyampaikan pesan singkat mengenai urusan kendaraan pribadi kepada pamannya di Gorontalo.
Fanni menghubungi pamannya agar tidak membawa mobil miliknya ke bengkel untuk sementara waktu.
Pesan tersebut menjadi komunikasi verbal terakhir yang diterima pihak keluarga sebelum berita duka sampai ke telinga mereka.
Keluarga besar baru mengetahui kabar mengenai kecelakaan yang menimpa Fanni dan Yessi pada pagi hari Sabtu (14/3/2026) sekitar pukul 06.00 Wita.