Senin, 23 Maret 2026

Kecelakaan Maut Minsel

Pesan Tak Biasa Fanny Anelsia Mustaki PNS Gorontalo Sebelum Kecelakaan Maut

Sebuah fakta menyedihkan terungkap di balik peristiwa kecelakaan maut yang merenggut nyawa kakak beradik

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Pesan Tak Biasa Fanny Anelsia Mustaki PNS Gorontalo Sebelum Kecelakaan Maut
TribunGorontalo.com
KECELAKAAN MAUT -- Potret keluarga dan kerabat Fanny Anelsia Mustaki dan Yessi Sukersi Mustaki. Fanni diketahui sempat menghubungi pamannya. 

Satu penumpang lainnya bernama Doni Tentero (45) dikabarkan mengalami luka ringan akibat insiden benturan tersebut.

Kasat Lantas Polres Minsel, Iptu Engelina Yusuf, mengonfirmasi bahwa kedua korban meninggal dunia adalah berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Gorontalo.

"Mereka berdua yang meninggal dunia," tutur Engelina saat memberikan keterangan resmi kepada media.

Proses evakuasi dilakukan oleh warga sekitar dan petugas kepolisian sesaat setelah kecelakaan tersebut terjadi untuk melarikan korban ke RSUD Teep Minsel.

Pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab pasti dari kecelakaan tunggal yang merenggut nyawa tersebut.

Suasana Haru dan Penghormatan Terakhir di Rumah Duka

PROSESI SALAT JENAZAH — Ratusan pelayat memenuhi jalan di depan rumah duka saat prosesi salat jenazah kakak beradik korban kecelakaan maut di Jalan Pangeran Hidayat, Kelurahan Wongkaditi Barat, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo Minggu (15/3/2026).
 
PROSESI SALAT JENAZAH — Ratusan pelayat memenuhi jalan di depan rumah duka saat prosesi salat jenazah kakak beradik korban kecelakaan maut di Jalan Pangeran Hidayat, Kelurahan Wongkaditi Barat, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo Minggu (15/3/2026).   (TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)

Duka mendalam tidak hanya dirasakan oleh keluarga inti, tetapi juga oleh ratusan pelayat yang memadati rumah duka di Kota Gorontalo.

Pada Minggu (15/3/2026) pagi, suasana haru semakin memuncak saat prosesi pelepasan jenazah kedua korban dilakukan secara khidmat.

Adik laki-laki dari kedua almarhumah bertindak langsung sebagai imam dalam pelaksanaan salat jenazah yang digelar di badan jalan depan rumah duka.

Namun, di tengah takbir yang dilantunkannya, sang adik tidak mampu menahan kesedihan yang sangat mendalam atas kehilangan dua kakak perempuannya sekaligus.

Tangis kecilnya pecah di hadapan ratusan jamaah yang berdiri rapat untuk mengikuti prosesi salat jenazah tersebut.

Rintihan tangis sang adik menggambarkan betapa berat beban duka yang harus dipikul oleh keluarga yang ditinggalkan secara mendadak.

Banyak jamaah dari berbagai kalangan, mulai dari pejabat daerah hingga masyarakat umum, turut terdiam dan larut dalam suasana haru tersebut.

Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, hadir secara langsung dan bertindak sebagai inspektur upacara pelepasan jenazah kedua almarhumah.

Tak lama kemudian, Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah, juga tiba di lokasi pemakaman untuk memberikan penghormatan terakhir.

Kehadiran para pimpinan daerah ini menunjukkan rasa kehilangan yang mendalam atas berpulangnya dua abdi negara tersebut.

Setelah seluruh prosesi keagamaan selesai, kedua almarhumah kemudian dimakamkan di area pemakaman keluarga yang terletak tepat di samping rumah duka.

Langkah kaki ratusan pelayat mengiringi keberangkatan Fanni dan Yessi menuju tempat peristirahatan terakhir mereka dengan penuh doa. (*)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved