Kecelakaan Maut Minsel
Pesan Tak Biasa Fanny Anelsia Mustaki PNS Gorontalo Sebelum Kecelakaan Maut
Sebuah fakta menyedihkan terungkap di balik peristiwa kecelakaan maut yang merenggut nyawa kakak beradik
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-keluarga-dan-kerabat-Fanni-Anelsia-Mustaki-dan-Yessi-Sukersi-Mustaki.jpg)
Satu penumpang lainnya bernama Doni Tentero (45) dikabarkan mengalami luka ringan akibat insiden benturan tersebut.
Kasat Lantas Polres Minsel, Iptu Engelina Yusuf, mengonfirmasi bahwa kedua korban meninggal dunia adalah berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Gorontalo.
"Mereka berdua yang meninggal dunia," tutur Engelina saat memberikan keterangan resmi kepada media.
Proses evakuasi dilakukan oleh warga sekitar dan petugas kepolisian sesaat setelah kecelakaan tersebut terjadi untuk melarikan korban ke RSUD Teep Minsel.
Pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab pasti dari kecelakaan tunggal yang merenggut nyawa tersebut.
Suasana Haru dan Penghormatan Terakhir di Rumah Duka
Duka mendalam tidak hanya dirasakan oleh keluarga inti, tetapi juga oleh ratusan pelayat yang memadati rumah duka di Kota Gorontalo.
Pada Minggu (15/3/2026) pagi, suasana haru semakin memuncak saat prosesi pelepasan jenazah kedua korban dilakukan secara khidmat.
Adik laki-laki dari kedua almarhumah bertindak langsung sebagai imam dalam pelaksanaan salat jenazah yang digelar di badan jalan depan rumah duka.
Namun, di tengah takbir yang dilantunkannya, sang adik tidak mampu menahan kesedihan yang sangat mendalam atas kehilangan dua kakak perempuannya sekaligus.
Tangis kecilnya pecah di hadapan ratusan jamaah yang berdiri rapat untuk mengikuti prosesi salat jenazah tersebut.
Rintihan tangis sang adik menggambarkan betapa berat beban duka yang harus dipikul oleh keluarga yang ditinggalkan secara mendadak.
Banyak jamaah dari berbagai kalangan, mulai dari pejabat daerah hingga masyarakat umum, turut terdiam dan larut dalam suasana haru tersebut.
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, hadir secara langsung dan bertindak sebagai inspektur upacara pelepasan jenazah kedua almarhumah.
Tak lama kemudian, Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah, juga tiba di lokasi pemakaman untuk memberikan penghormatan terakhir.
Kehadiran para pimpinan daerah ini menunjukkan rasa kehilangan yang mendalam atas berpulangnya dua abdi negara tersebut.
Setelah seluruh prosesi keagamaan selesai, kedua almarhumah kemudian dimakamkan di area pemakaman keluarga yang terletak tepat di samping rumah duka.
Langkah kaki ratusan pelayat mengiringi keberangkatan Fanni dan Yessi menuju tempat peristirahatan terakhir mereka dengan penuh doa. (*)