Kecelakaan Maut Minsel
Sebelum Kecelakaan Maut di Minsel, Sopir PO Garuda Gorontalo Pernah Alami Tabrakan Ringan
Pihak Manajemen PO Garuda Gorontalo memberikan keterangan resmi terkait kecelakaan maut yang menewaskan kakak beradik
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kantor-PO-Garuda.jpg)
Ringkasan Berita:
- Sopir utama, Ismail Zees, saat ini sedang menjalani perawatan intensif di RS Kandouw setelah menjalani operasi akibat luka berat pada bagian kaki, dada, dan bahu.
- Manajemen PO Garuda menjamin kendaraan dalam kondisi laik jalan dan sopir yang bertugas merupakan personel berpengalaman sejak perusahaan berdiri
- Sebagai bentuk empati, perwakilan manajemen telah mengunjungi rumah duka serta menghadiri prosesi pemakaman kakak beradik Fanny dan Yessi Mustaki di Gorontalo
TRIBUNGORONTALO.COM – Pihak Manajemen PO Garuda Gorontalo memberikan keterangan resmi terkait kecelakaan maut yang menewaskan kakak beradik dalam perjalanan menuju Manado.
Penanggung jawab PO Garuda di Gorontalo, Geovano Felix, menjelaskan informasi awal yang dihimpun dari pihak kepolisian serta saksi di lokasi kejadian.
Berdasarkan laporan tersebut, kendaraan diduga kehilangan kendali hingga menabrak pohon di pinggir jalan.
Geovano menyebutkan bahwa Ismail Zees selaku pengemudi mobil saat ini masih menjalani perawatan intensif akibat luka serius yang dideritanya.
“Kondisi supir tadi jam 04.00 Wita baru selesai operasi di RS Kandouw,” ujarnya saat ditemui TribunGorontalo.com, Minggu (15/3/2026).
Kondisi Pengemudi
Pengemudi tersebut mengalami cedera berat pada bagian kaki serta patah tulang di area dada hingga bahu.
Geovano menjelaskan bahwa luka-luka tersebut terjadi akibat benturan keras saat kendaraan menghantam objek di pinggir jalan.
Mengenai kronologi keberangkatan, rombongan tersebut bertolak dari Gorontalo pada Jumat malam. Waktu keberangkatan dipilih setelah para penumpang dan sopir melaksanakan salat tarawih.
“Ia berangkat dari Gorontalo pada Jumat malam sekitar pukul 22.00 Wita setelah salat tarawih,” ungkap Geovano.
Kecelakaan itu sendiri dilaporkan terjadi pada Sabtu pagi, sekitar pukul 06.30 Wita. Sebelum insiden terjadi, sopir sempat beristirahat di sebuah rumah makan di wilayah Kecamatan Bintauna, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.
Geovano menegaskan bahwa beristirahat merupakan prosedur standar bagi angkutan penumpang jarak jauh.
“Semua kita pemberangkatan malam singgah di rumah makan,” tambahnya.
Dalam perjalanan tersebut, PO Garuda tidak menyertakan sopir cadangan. Geovano mengakui bahwa kebijakan satu sopir merupakan hal yang umum untuk rute tersebut.
Meski demikian, ia menjamin bahwa pengemudi yang bertugas adalah personel berpengalaman yang telah bekerja sejak PO Garuda pertama kali berdiri.