Kecelakaan Maut Minsel
Sebelum Kecelakaan Maut di Minsel, Sopir PO Garuda Gorontalo Pernah Alami Tabrakan Ringan
Pihak Manajemen PO Garuda Gorontalo memberikan keterangan resmi terkait kecelakaan maut yang menewaskan kakak beradik
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kantor-PO-Garuda.jpg)
Ia juga menanggapi rekam jejak sang sopir yang pernah mengalami insiden sebelumnya. Namun, ia menekankan bahwa kejadian terdahulu merupakan kecelakaan kategori ringan.
“Biasanya pernah mengalami juga kecelakaan tapi kecelakaan ringan tidak separah yang saat ini,” jelasnya.
Pihak manajemen juga telah memastikan kondisi armada dalam keadaan laik jalan sebelum diberangkatkan. Selain itu, sopir tersebut baru pertama kali mengambil jadwal mengantar penumpang selama masa puasa tahun ini.
Baca juga: Pesan Tak Biasa Fanny Anelsia Mustaki PNS Gorontalo Sebelum Kecelakaan Maut
Klarifikasi Isu dan Simpati Manajemen
Pihak PO Garuda menunjukkan bentuk tanggung jawab dengan mengunjungi rumah duka setelah jenazah korban tiba di Gorontalo. Geovano hadir langsung dalam prosesi takziah hingga pemakaman kedua korban.
“Iya tadi malam (datang), tadi pagi juga saat penguburan,” katanya.
Terkait isu yang beredar mengenai adanya keluarga korban yang mengamuk di kantor PO Garuda, Geovano memberikan bantahan tegas. Ia memastikan situasi di kantor tetap kondusif dan tidak ada aksi anarkis dari pihak keluarga.
“Namun hal itu tidak pernah terjadi,” tegasnya.
Hingga Minggu siang, aktivitas di kantor PO Garuda yang terletak di Jalan Prof. John Ario Katili terpantau masih berjalan normal. Beberapa pelanggan tetap datang untuk mengambil paket atau barang kiriman mereka.
Kronologi Kejadian
Peristiwa nahas ini bermula saat kedua korban melakukan perjalanan darat dari arah Gorontalo menuju Kota Manado, Sulawesi Utara. Mereka menumpangi mobil PO Garuda dengan nomor polisi DM 1195 BA yang dikemudikan oleh sopir bernama Ismail Zees (47).
Tujuan perjalanan kedua kakak beradik ini adalah untuk mengunjungi ibu mereka di Manado dalam rangka mengisi waktu liburan. Namun, perjalanan tersebut justru berubah menjadi tragedi memilukan di Jalan Trans Sulawesi, Desa Sapa, Kecamatan Tenga, Kabupaten Minahasa Selatan.
Mobil yang mereka tumpangi dilaporkan melaju dengan kecepatan tinggi sebelum akhirnya pengemudi kehilangan kendali.
Mobil berwarna hitam tersebut kemudian keluar dari badan jalan, lalu menabrak sebuah pohon dan bangunan rumah makan di pinggir jalan. Kondisi kendaraan dilaporkan mengalami kerusakan parah atau ringsek akibat benturan keras.
Berdasarkan data dari pihak kepolisian, terdapat empat orang korban dalam insiden ini, dengan dua di antaranya dinyatakan meninggal dunia. Fanny Anelsia Mustaki dan Yessi Sukersi Mustaki menjadi korban jiwa dalam kecelakaan tersebut.
Sementara itu, pengemudi mobil bernama Ismail Zees dilaporkan mengalami luka berat dan harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit. Satu penumpang lainnya bernama Doni Tentero (45) dikabarkan mengalami luka ringan akibat benturan tersebut.
Kasat Lantas Polres Minsel, Iptu Engelina Yusuf, mengonfirmasi bahwa kedua korban meninggal dunia berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Gorontalo.
"Mereka berdua yang meninggal dunia," tutur Engelina saat memberikan keterangan resmi kepada media.
Proses evakuasi dilakukan oleh warga sekitar dan petugas kepolisian sesaat setelah kecelakaan terjadi untuk melarikan korban ke RSUD Teep Minsel. Pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab pasti dari kecelakaan tunggal tersebut. (*)