Kebakaran di Kota Gorontalo
Penampakan Rumah Warga Bulotadaa Gorontalo Pascakebakaran, Pagar Terkunci dan Terpasang Garis Polisi
Kondisi rumah milik Ramli Yahya (60) di Kelurahan Bulotadaa, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo, terpantau rusak berat pasca-kebakaran
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kondisi-rumah-milik-Ramli-Yahya-di-kawasan-Mess-Haji.jpg)
Ringkasan Berita:
- Kebakaran melanda rumah Ramli Yahya (60) di kawasan Mess Haji, Bulotadaa, pada Minggu (15/3/2026) dini hari menjelang waktu sahur
- Bangunan mengalami kerusakan berat dengan atap yang ludes terbakar dan perabotan yang menjadi rongsokan. Saat ini, lokasi telah dipasang garis polisi (police line) untuk penyelidikan lebih lanjut
- Korban disarankan untuk segera melakukan langkah darurat, mulai dari mencari tempat tinggal sementara
TRIBUNGORONTALO.COM – Kondisi rumah milik Ramli Yahya (60) di Kelurahan Bulotadaa, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo, terpantau rusak berat pascakebakaran pada Minggu (15/3/2026) dini hari.
Hingga Minggu siang ini, puing-puing material bangunan masih berserakan di lokasi kejadian.
Bangunan yang terletak di kawasan Mess Haji tersebut kini dalam keadaan tertutup dan terkunci rapat pada bagian pagar. Garis polisi juga masih terpasang di beberapa sudut pagar dan bangunan.
Langkah ini diambil untuk mengamankan lokasi dari warga yang tidak berkepentingan setelah api melalap habis sebagian besar struktur rumah.
Pihak kepolisian telah memasang garis polisi (police line) di beberapa titik strategis bangunan. Garis kuning tersebut melintang di sepanjang pagar depan hingga beberapa sudut dinding yang masih berdiri untuk kepentingan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, kerusakan paling parah terlihat pada bagian atap rumah.
Hampir seluruh kerangka atap dan seng ludes terbakar, menyisakan rongga besar yang memperlihatkan isi bagian dalam rumah yang hangus.
Sejumlah perabotan rumah tangga seperti kursi, meja, dan lemari tampak telah berubah menjadi rongsokan hitam. Material plastik dan kain di dalam ruangan dipastikan tidak ada yang terselamatkan akibat suhu panas ekstrem saat kebakaran berlangsung.
Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Gorontalo mencatat laporan pertama masuk pada pukul 01.17 Wita. Laporan tersebut segera direspons oleh Regu 03 yang sedang bertugas di posko induk.
Personel yang dikerahkan dipimpin langsung oleh Komandan Regu (Danru) Irwan Laiya. Ia didampingi oleh Wakil Komandan (Wadan) Tahir Rais beserta tim pemadam lengkap dengan armada tangki air.
Tim pemadam berangkat dari posko tiga menit setelah menerima panggilan darurat. Jarak tempuh menuju lokasi kebakaran di Jalan Poowo diperkirakan sejauh 7,5 kilometer.
Armada Damkar tiba di titik lokasi pada pukul 01.30 Wita. Saat tiba, kondisi api dilaporkan sudah membesar dan membumbung tinggi, mengingat material bangunan yang mudah terbakar.
Petugas langsung melakukan pemblokiran area agar api tidak merembet ke rumah penduduk lainnya. Fokus utama pemadaman adalah sisi barat dan selatan bangunan yang berbatasan langsung dengan rumah warga lain.
Proses pemadaman berlangsung selama lebih dari satu jam. Petugas berjibaku melokalisir titik api di tengah kerumunan warga yang memadati lokasi kejadian menjelang waktu sahur tersebut.