Kecelakaan Maut Minsel
Fakta Baru Kecelakaan Maut di Minsel, Sopir Gorontalo Kebut-kebutan hingga Tabrak Pohon
Fakta baru kecelakaan maut di Desa Sapa, Kecamatan Tenga, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, diungkap keluarga korban.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
Dalam kondisi tersebut, sopir banting setir untuk menghindari tabrakan dengan salah satu pengendara roda dua berlawanan.
Namun justru membuat kendaraan korban keluar jalur hingga akhirnya menghantam pohon di pinggir jalan.
“Karena tidak dikasih jalan saat mau menyalip,maka sopir mengambil dari sisi kanan dan ada motor lawan arah, akhirnya sopir banting setir dan menabrak pohon,” jelasnya.
Mobil disebut terguling-guling hingga terhenti setelah menabrak rumah makan.
Akibat benturan keras tersebut, dua kakak beradik meninggal dunia di tempat. Sementara beberapa penumpang lainnya mengalami luka-luka.
Meski diliputi kekesalan, pihak keluarga menyebut telah menerima kejadian ini sebagai takdir.
Namun demikian, mereka berharap insiden serupa tidak terulang kembali di kemudian hari.
“Kami ikhlas ini sebagai takdir. Tapi jangan sampai kejadian seperti ini terulang. Ini harus jadi pelajaran bagi sopir-sopir agar tidak membawa emosi di jalan,” tegas Reza.
Ia juga menekankan pentingnya tanggung jawab sopir sebagai penyedia jasa transportasi, terlebih pada jalur Trans Sulawesi yang memiliki jarak tempuh panjang dan risiko tinggi.
“Bawa penumpang itu tanggung jawab besar. Jangan karena gengsi di jalan, nyawa orang jadi taruhan,” tambahnya.
Sementara itu, pihak PO Garuda disebut telah membantu proses administrasi di rumah sakit, termasuk biaya pengurusan jenazah.
Namun hingga saat ini, keluarga mengaku belum menerima kunjungan resmi dari pihak perusahaan tersebut setelah pemakaman.
Keluarga juga menyatakan terbuka jika pihak kepolisian ingin mengusut tuntas kasus ini. Mereka berharap ada efek jera bagi oknum sopir yang ugal-ugalan di jalan.
Selain itu ditanya soal apakah masalah ini akan dilanjutkan ke jalur hukum dirinya mengaku belum ingin membahas masalah itu sampai proses selesai suasana duka.
"Kami belum memikirkan itu, sampai semua suasana duka selesai baru kita bicara dengan keluarga," ucapnya.