Rabu, 18 Maret 2026

Kecelakaan Maut Minsel

Fakta Baru Kecelakaan Maut di Minsel, Sopir Gorontalo Kebut-kebutan hingga Tabrak Pohon

Fakta baru kecelakaan maut di Desa Sapa, Kecamatan Tenga, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, diungkap keluarga korban.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab

Ia juga menanggapi rekam jejak sang sopir yang pernah mengalami insiden sebelumnya. Namun, ia menekankan bahwa kejadian terdahulu merupakan kecelakaan kategori ringan.

“Biasanya pernah mengalami juga kecelakaan tapi kecelakaan ringan tidak separah yang saat ini,” jelasnya.

Pihak manajemen juga telah memastikan kondisi armada dalam keadaan laik jalan sebelum diberangkatkan. 

Selain itu, sopir tersebut baru pertama kali mengambil jadwal mengantar penumpang selama masa puasa tahun ini.

Pihak PO Garuda menunjukkan bentuk tanggung jawab dengan mengunjungi rumah duka setelah jenazah korban tiba di Gorontalo. Geovano hadir langsung dalam prosesi takziah hingga pemakaman kedua korban.

"Iya tadi malam (datang), tadi pagi juga saat penguburan,” katanya.

Terkait isu yang beredar mengenai adanya keluarga korban yang mengamuk di kantor PO Garuda, Geovano memberikan bantahan tegas. Ia memastikan situasi di kantor tetap kondusif dan tidak ada aksi anarkis dari pihak keluarga.

“Namun hal itu tidak pernah terjadi,” tegasnya.

Baca juga: Pesan Tak Biasa Fanny Anelsia Mustaki PNS Gorontalo Sebelum Kecelakaan Maut

Penyelidikan Polisi

KECELAKAAN MAUT -- Kolase foto kondisi mobil pikap yang mengalami kecelakaan di Desa Popalo, Kabupaten Gorontalo Utara. Polres Gorontalo Utara mengungkap dugaan penyebab kecelakaan.
KECELAKAAN MAUT — Kolase foto kondisi mobil pikap yang mengalami kecelakaan di Desa Popalo, Kabupaten Gorontalo Utara. Polres Gorontalo Utara mengungkap dugaan penyebab kecelakaan. (TribunGorontalo.com)

Penyelidikan mendalam terus dilakukan oleh Satuan Lalu Lintas Polres Gorontalo Utara terkait kecelakaan maut di Jalan Trans Sulawesi, Desa Popalo, Kecamatan Anggrek. 

Berdasarkan data terkini dari olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), pihak kepolisian mulai memetakan faktor-faktor utama yang memicu terjadinya tabrakan maut antara mobil pikap dan truk tersebut pada Senin (17/3/2026).

Kasat Lantas Polres Gorontalo Utara, Iptu Roy Pidu, memberikan gambaran spesifik mengenai situasi lingkungan saat kecelakaan terjadi.

Ia menegaskan bahwa faktor eksternal berupa kondisi alam memegang peranan krusial dalam insiden ini.

Curah hujan yang mengguyur wilayah Kecamatan Anggrek di sore hari tersebut menciptakan risiko tinggi bagi para pengguna jalan yang melintas.

Dugaan kuat mengarah pada kondisi permukaan aspal yang menjadi sangat licin akibat guyuran air hujan. Jalanan yang basah mengurangi daya cengkeram ban kendaraan, sehingga stabilitas mobil pikap yang mengangkut satu keluarga tersebut terganggu.

"Dugaan sementara penyebab karena jalan licin. Dilihat juga dari kondisi jalan juga masih basah," jelas Iptu Roy Pidu saat dikonfirmasi TribunGorontalo.com, Selasa (17/3/2026).

Selain faktor kelicinan, geometri jalan di Desa Popalo yang cenderung berkelok-kelok menambah tingkat kesulitan bagi pengendara.

Lokasi yang berjarak sekitar 71,4 kilometer dari pusat Kota Gorontalo ini memang dikenal memiliki medan yang menantang.

Kombinasi antara tikungan tajam dan jalanan basah diduga membuat pengemudi pikap kehilangan kendali hingga kendaraan tersebut keluar dari jalurnya dan masuk ke jalur berlawanan.

Meskipun penyebab sementara telah dikantongi, polisi mengaku menghadapi tantangan dalam menghimpun keterangan saksi mata secara mendetail.

Iptu Roy Pidu menjelaskan bahwa saat kejadian berlangsung, situasi di sekitar lokasi cenderung sepi. Hal ini disebabkan oleh waktu kejadian yang bertepatan dengan persiapan warga untuk berbuka puasa, sehingga aktivitas di jalanan menurun drastis.

Ketiadaan saksi mata di titik nol kejadian membuat polisi harus bekerja ekstra keras melalui metode induktif, yakni menyimpulkan kejadian dari sisa-sisa benturan dan posisi akhir kendaraan.

Hingga saat ini, polisi masih terus mencari informasi tambahan dari warga sekitar yang mungkin melihat detik-detik sebelum benturan terjadi, guna melengkapi berkas perkara dan memastikan tidak ada faktor lain yang terlewatkan.

Dalam perkembangan terbaru, Polisi telah mengamankan sopir truk yang terlibat dalam kecelakaan tersebut. Langkah ini diambil untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut serta guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan di lokasi kejadian.

Sopir truk dilaporkan hanya mengalami luka ringan, namun tetap diwajibkan menjalani pemeriksaan intensif di markas kepolisian.

"Karena kendaraan rusak parah makan masih diamankan di lokasi tidak bisa jalan karena rusak parah. Namun polsek setempat akan melakukan pemantauan rutin," tutur Iptu Roy Pidu.

Penyidik kini fokus menggali keterangan dari sopir truk mengenai kecepatan kendaraan dan upaya pengereman yang dilakukan sebelum tabrakan terjadi. 

Tragedi ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat Gorontalo Utara untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat berkendara di cuaca buruk.

Polisi mengimbau para pengguna jalan untuk memastikan kondisi ban kendaraan dalam keadaan baik dan selalu mengurangi kecepatan saat melintasi jalur berkelok di tengah hujan guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang. (*)

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Rabu, 18 Maret 2026 (28 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:28
Subuh 04:38
Zhuhr 11:59
‘Ashr 15:01
Maghrib 18:02
‘Isya’ 19:10

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved