HUT Pohuwato
HUT ke-23 Pohuwato 25 Februari 2026: Sejarah, Fakta Pemekaran dan Perjalanan Hingga Kini
Tanggal 25 Februari 2026 menjadi momentum bersejarah bagi Kabupaten Pohuwato yang genap berusia 23 tahun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/LANSCAPE-Pohuwato-berulangtahun-ke-23-hari-ini.jpg)
Ringkasan Berita:
- Kabupaten Pohuwato dimekarkan dari Kabupaten Boalemo dan disahkan pada masa Presiden Megawati Soekarnoputri.
- Nama Pohuwato memiliki nilai historis dan berkaitan dengan dialek Bahasa Gorontalo yang dituturkan masyarakat setempat.
- Hingga pertengahan 2024, jumlah penduduk Pohuwato tercatat sebanyak 161.727 jiwa dan kini dipimpin Bupati Saipul A. Mbuinga bersama Wakil Bupati Iwan Adam
TRIBUNGORONTALO, Pohuwato -- Tanggal 25 Februari 2026 menjadi momentum bersejarah bagi Kabupaten Pohuwato yang genap berusia 23 tahun.
Daerah di bagian barat Provinsi Gorontalo ini resmi berdiri pada 25 Februari 2003 melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2003 tentang pembentukan kabupaten baru.
Pohuwato merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Boalemo yang saat itu masih berusia muda.
Undang-undang pembentukannya ditandatangani Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, sebagai bagian dari dinamika pembentukan daerah otonom baru di Gorontalo.
Memasuki usia ke-23 tahun, Pohuwato terus menegaskan identitasnya sebagai kabupaten dengan akar sejarah kuat, mulai dari era kolonial hingga masa otonomi daerah.
Baca juga: Simak Gaji PPPK 2026 Terbaru, Rincian per Golongan dan Masa Kerja, Tembus Rp7,3 Juta
Berikut 6 fakta menarik HUT ke-23 Pohuwato (25 Februari 2026) yang dirangkum lengkap dengan data dan konteks sejarahnya:
1.Resmi Berdiri
Kabupaten Pohuwato resmi menjadi daerah otonom pada 25 Februari 2003 setelah disahkannya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2003. Regulasi ini ditandatangani Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri.
Undang-undang tersebut tidak hanya membentuk Pohuwato, tetapi juga Kabupaten Bone Bolango dalam satu paket kebijakan pemekaran di Provinsi Gorontalo.
Saat dimekarkan, Pohuwato berasal dari wilayah induk Kabupaten Boalemo yang ketika itu baru berusia sekitar 3,5 tahun sebagai kabupaten.
2.Lahir dari Dinamika
Proses lahirnya Pohuwato berawal dari dinamika politik lokal di wilayah Boalemo pada akhir 1990-an.
Wilayah barat (Marisa, Paguat, Popayato) mengusulkan Marisa sebagai ibu kota, sedangkan wilayah timur (Paguyaman dan Tilamuta) menginginkan Tilamuta.
Untuk menghindari konflik dan mempercepat pemekaran daerah menjelang terbentuknya Provinsi Gorontalo pada tahun 2000, pemerintah menyarankan pembentukan Boalemo lebih dulu.
Namun perbedaan aspirasi soal ibu kota terus bergulir hingga akhirnya solusi pemekaran melahirkan Kabupaten Pohuwato dengan Marisa sebagai pusat pemerintahan.
3.Asal Nama Pohuwato
Nama “Pohuwato” memiliki nilai historis dan identitas budaya yang kuat. Pada masa kolonial Belanda, wilayah ini disebut “Paguat” karena pelafalan “Pohuwato” dianggap sulit oleh orang Belanda.