HUT Pohuwato
HUT ke-23, Bupati Pohuwato Fokus Kedaulatan Pangan dan Cetak Sawah 5.642 Hektare
Momentum Hari Ulang Tahun ke-23 Kabupaten Pohuwato dimanfaatkan pemerintah daerah untuk menegaskan arah pembangunan ke depan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/HUT-POHUWATO-Saipul-A-Mbuinga-Bupati-Pohuwato.jpg)
Ringkasan Berita:
- Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga menegaskan komitmen kedaulatan pangan dalam Rapat Paripurna HUT ke-23 Kabupaten Pohuwato.
- Pemerintah pusat mengalokasikan ratusan miliar rupiah untuk percetakan sawah, perluasan komoditas pertanian, dan penguatan irigasi.
- Di sisi lain, Pemkab Pohuwato juga mencatat capaian infrastruktur dan penghargaan tata kelola pengadaan barang dan jasa.
TRIBUNGORONTALO.COM -- Momentum Hari Ulang Tahun ke-23 Kabupaten Pohuwato dimanfaatkan pemerintah daerah untuk menegaskan arah pembangunan ke depan.
Dalam Rapat Paripurna DPRD yang digelar Rabu (25/2/2026), Bupati Pohuwato Saipul A Mbuinga menempatkan kedaulatan pangan sebagai salah satu agenda utama.
Sidang yang berlangsung di ruang DPRD Pohuwato itu dihadiri Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, pimpinan dan anggota dewan, serta sejumlah tamu undangan.
Di hadapan peserta rapat, Saipul memaparkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat yang difokuskan pada sektor pertanian dan ketahanan pangan.
Baca juga: Bupati Gorut Thariq Modanggu dan Kajari Tandatangani MoU Penanganan Permasalahan Hukum
Program terbesar adalah percetakan sawah seluas 5.642 hektare di Kecamatan Randangan dan Patilanggio dengan nilai anggaran Rp207 miliar.
Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan Rp25 miliar untuk perluasan kelapa dalam seluas 5.000 hektare dan Rp12,3 miliar untuk pengembangan kakao 1.500 hektare.
Program optimalisasi lahan (OPLAH) 2.500 hektare disiapkan dengan anggaran Rp11,5 miliar.
Sementara itu, peningkatan irigasi tersier di daerah irigasi Randangan mencapai Rp57 miliar.
Dukungan lain mencakup bantuan benih jagung senilai Rp11 miliar serta pengadaan alat dan mesin pertanian (alsintan) sebesar Rp17 miliar.
“Ke depan kita berharap Pohuwato menjadi pemasok padi dan jagung di kawasan Teluk Tomini. Ini diharapkan berdampak langsung pada kesejahteraan petani dan daya saing daerah,” ujar Saipul.
Tak hanya sektor pertanian, pemerintah daerah juga menyoroti pembangunan infrastruktur.
Saipul menyebut perubahan signifikan telah terjadi sejak awal pembentukan kabupaten pada 2003.
Penataan kawasan ibu kota daerah terus dilakukan, termasuk pembenahan pusat perkantoran, ruang terbuka hijau, serta menjaga kebersihan dan keasrian kawasan Pohon Cinta dan ruang publik lainnya.
Untuk infrastruktur strategis, pembangunan Kantor Bupati Pohuwato dijadwalkan mulai dilaksanakan tahun ini.