Harga BBM
Update Harga BBM Maret–April 2026: Pertamax Tembus Rp12.350, Ini Daftar Lengkapnya
Harga BBM kembali naik pada periode Maret–April 2026. Lonjakan harga minyak dunia akibat konflik geopolitik Timur Tengah disebut jadi pemicu utama.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Suasana-kendaraan-antre-isi-BBM-di-SPBU-Nani-Wartabone-ffff.jpg)
Ringkasan Berita:
- Harga BBM di sejumlah SPBU naik mulai Maret 2026, termasuk Pertamax, Dexlite, hingga Pertamina Dex.
- Kenaikan dipicu melonjaknya harga minyak dunia akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
- Ekonom Indef menilai konflik global berpotensi menekan fiskal Indonesia dan memperbesar defisit APBN.
TRIBUNGORONTALO.COM — Kenaikan harga BBM kembali terjadi.
Daftar tarif terbaru bahan bakar yang berlaku di SPBU seluruh Indonesia untuk periode Maret hingga April 2026 dapat disimak pada informasi berikut.
Lonjakan harga ini tak lepas dari meningkatnya harga minyak mentah dunia yang dipicu memanasnya situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi memberi tekanan pada kondisi fiskal Indonesia.
Baca juga: Iran Klaim Serang Pusat Data Amazon dan Pangkalan Udara AS di Bahrain
Ekonom Senior Indef, Didin S. Damanhuri, menjelaskan bahwa dinamika geopolitik global saat ini memasuki fase yang cukup krusial.
Hal ini dipengaruhi oleh kebijakan proteksionisme ekstrem dari Donald Trump di Amerika Serikat serta meningkatnya ketegangan militer di kawasan Timur Tengah.
Menurutnya, strategi Make America Great Again yang kembali diusung dalam kepemimpinan Trump dinilai sebagai bentuk neo-kolonialisme modern yang memanfaatkan instrumen ekonomi, seperti tarif tinggi, sebagai alat geopolitik.
Di sisi lain, konflik yang melibatkan Iran dengan Israel dan Amerika Serikat berpotensi mengganggu jalur distribusi energi global, terutama di kawasan Selat Hormuz.
Baca juga: Trump Minta Dunia Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz, Banyak Negara Pilih Diam
“Ketegangan ini mencapai titik kritis seiring konflik AS–Israel dengan Iran yang berisiko melumpuhkan jalur energi strategis di Selat Hormuz dan memicu lonjakan harga minyak mentah dunia secara drastis,” ujar Didin, dikutip Minggu (15/3/2026).
Didin menambahkan, kenaikan harga minyak global secara langsung akan berdampak pada Indonesia melalui peningkatan Indonesian Crude Price (ICP).
Dampaknya, beban subsidi energi dalam APBN berpotensi meningkat sehingga ruang fiskal pemerintah menjadi semakin terbatas.
Dalam analisanya, Didin memaparkan beberapa kemungkinan skenario dampak harga minyak terhadap kondisi fiskal Indonesia.
Pada skenario pertama, jika konflik dapat segera mereda, harga minyak diperkirakan berada di kisaran US$100 per barel dengan potensi defisit APBN sekitar 4 persen dari produk domestik bruto (PDB).
Namun apabila konflik berlangsung sekitar 1,5 bulan, harga minyak bisa melonjak hingga US$150 per barel.
Baca juga: Warga Gorontalo Padati Center Point, Pasar Senggol Jadi Magnet Belanja di Penghujung Ramadan