Senin, 9 Maret 2026

Sejarah dan Budaya

Menelusuri Sejarah Empat Kerajaan di Paguat Gorontalo, Bukti-bukti Masih Dicari

Ia mengatakan bahwa Paguat memiliki kisah tertua dari semua kecamatan yang berada di Kabupaten Pohuwato.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Rahman Halid | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Menelusuri Sejarah Empat Kerajaan di Paguat Gorontalo, Bukti-bukti Masih Dicari
TribunGorontalo/Rahman Halid
Benda-benda peninggalan dari 4 kerajaan besar di Kecamatan Paguat Sementara di Pegang oleh Tokoh Adat dan Aparat Desa Paguat. 

Bukti-bukti tersebut berupa makam para raja, meriam, tambur, tombak, dan bedug tua yang berumur ratusan tahun.

"Kami percaya bahwa kisah ini benar adanya. Kami akan terus berjuang untuk membuktikannya," kata Yusuf Zaid.

Pemerintah Akan Bangun Rumah Adat di Kecamatan Paguat

Sebelumnya Bupati Pohuwato, Saiful Mbuinga mengatakan Pemerintah Kabupaten Pohuwato mendukung penuh dibuatkannya Rumah Adat khusus di Kecamatan Paguat.

Dikatakan Saipul, saat ini sejarah warisan budaya harus di lestarikan untuk anak cucuk ke depan.

Sehingga rencananya, di Kecamatan Paguat akan dibuatkan Rumah Adat untuk menampung seluruh bukti sejarah dari Kecamatan Paguat.  

Djafar Monoarfa, Kepala Desa Sipayo, menyampaikan pihaknya senang akan dibuatkannya rumah adat di Kecamatan Paguat.

"Adanya Rumah adat, pastinya tidak akan ada perdebatan lagi," ujarnya.

Katanya, ada bukti tulisan sejarah 4 raja di Paguat, tetapi belum disebarluaskan secara umum.

"Ada itu bukti tulisan sejarah mereka, hanya saja kami belum buatkan buku, karena masih ada yang belum terlalu yakin dengan 4 kerajaan besar di Paguat itu," tuturnya.

Dikutip dari ulasan singkat yang ditulis Arman Mohammad, hingga hari ini 4 wilayah yang menjadi kekuasaan dari 4 raja kecil tersebut telah menjadi wilayah administratif desa dan kelurahan di kecamatan Paguat dengan otonomi adat tersendiri sedikit berbeda dari adat Gorontalo pada umumnya.

Keberadaan 4 kerajaan ini dikelilingi oleh wilayah yang melaksanakan adat Gorontalo yg disebut Udulaa atau Ta To Inggimo. 

Juga disebut Wombu Walao, sedangkan 4 desa dengan adat Tomini disebut Uwililingga Wopato atau Ti Yombu Tiyamo. 

Ta Toinggimo terdiri dari bagian utara disebut Ti Panggulo, yakni Desa Popaya sebelum Dengilo mekar menjadi kecamatan. 

Bagian Timur Ti Dulomo yakni Desa Tabulo sebelum mekar menjadi Kecamatan Mananggu.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved