Sejarah dan Budaya Goront
Benda Sejarah Gorontalo Mulai Dipulangkan dari Manado, Termasuk Tengkorak Manusia Oluhuta
Setelah puluhan tahun tersimpan di Manado, satu per satu artefak bersejarah asal Gorontalo mulai berhasil dipulangkan ke daerah asalnya.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/TENGKORAK-OLUHUTA-Potret-tengkorak-manusia-Oluhuta.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Setelah puluhan tahun tersimpan di Manado, satu per satu artefak bersejarah asal Gorontalo mulai berhasil dipulangkan ke daerah asalnya.
Langkah ini merupakan hasil upaya panjang UPTD Museum Purbakala Gorontalo, seiring perubahan kelembagaan Balai Arkeologi Manado yang kini bergabung dalam Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Proses pengembalian artefak ini tidak mudah. Diperlukan pengajuan resmi dari Museum Purbakala Gorontalo, disertai komunikasi intensif dengan pihak terkait di Manado, termasuk Museum Negeri Sulawesi Utara.
Baca juga: 7 Situs Cagar Budaya di Provinsi Gorontalo, Upaya "Jemput Bola" Ditingkatkan
"Alhamdulillah, potongan-potongan rangka asli Manusia Oluhuta saat ini sudah berhasil dibawa pulang," ujar Kepala Sub Bagian Tata Usaha UPTD Museum Purbakala Gorontalo, Melko Salapa, Kamis (31/7/2025).
Bagian tulang Manusia Oluhuta yang sudah tiba di Gorontalo mencakup beberapa potongan penting, meski hanya tengkoraknya yang masih utuh.
Semua bagian tersebut kini telah ditata di ruang display museum.
Selain tulang belulang, artefak lain seperti pemberat pancing kuno juga berhasil dipulangkan.
Ini menjadi bukti keseriusan Museum Purbakala Gorontalo untuk mengembalikan warisan sejarah ke tempat asalnya.
Tak berhenti di situ, dua jenis artefak lain juga menjadi fokus perhatian selanjutnya, salah satunya peninggalan Benteng Nasau.
Benteng ini terletak di kawasan asrama Polisi di Kota Gorontalo dan memiliki nilai sejarah tinggi.
UPTD Museum Purbakala juga sedang mengupayakan pemulangan benda-benda peninggalan Nani Wartabone, pahlawan perjuangan asal Gorontalo.
"Barang-barang itu seperti kursi dan setelan jas," ungkap Merry Arsyad, pemadu dari Museum Purbakala Gorontalo.
Baca juga: Sejarah Unik Isimu: Pernah Jadi Ibu Kota Kabupaten Gorontalo, Begini Perjalanan Wilayahnya
Merry menjelaskan, upaya pemulangan artefak ini sudah dilakukan sejak lama, bahkan pernah sampai ke level pejabat tinggi daerah.
"Saya pernah dengar sudah level Gubernur yang berusaha, anggota DPRD juga. Bahkan saya sendiri pernah bertanya di forum kementerian saat ada bimtek," katanya.
Namun, terdapat satu tantangan besar: benda-benda tersebut secara administrasi masih tercatat sebagai koleksi resmi Museum Manado, karena Gorontalo pada masa itu masih menjadi bagian dari Provinsi Sulawesi Utara.